Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 18:02 WIB

Pasar Modal Dominasi Topang PDB 2017

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 17 Agustus 2017 | 00:15 WIB
Pasar Modal Dominasi Topang PDB 2017
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapitalisasi pasar dari pasar modal saat ini telah lebih dari 6.300 triliun. Angka ini berkontribusi lebih besar kepada PDB Indonesia dibandingkan dengan industri perbankan.

Kepala Riset Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan mengatakan bahwa saat ini nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp10.000 triliun. Denghan kredit perbankan hanya sebesar 4.000 triliun yang berarti bahwa pasar modal memiliki kontribusi lebih besar kepada PDB.

"Kontribusi pasar modal hampir 60% dari PDB, artinya untuk posisi saat ini kapitalisasi pasar dari pasar modal kita jauh berkontribusi terhadap GDP kita," kata Alfred kepada INILAHCOM.

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir perkembangan pasar modal cukup pesat. Terbukti dengan di tahun-tahun tersebut pasar modal masih berada di bawah perbankan, namun saat ini justru pasar modal berada lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan.

"Pertumbuhan kapitalisasi pasar kita itu terhadap pertumbuhan ekonomi kita itu bisa dibilang jauh lebih cepat ketimbang perbankan untuk dalam lima tahun terakhirlah kira-kira," kata dia.

Ditambah lagi dengan pertumbuhan kinerja emiten yang kian pesat sejak masuk ke pasar modal. Sebagai contoh saja, beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah melantai di bursa memiliki kinerja yang berbeda dengan yang tidak melantai di bursa.

Menurut dia, BUMN yang sudah tersentuh pasar modal dan mengalami peningkatan kinerja tidak hanya dari sisi pertumbuhan perusahaan namun juga terjadi pertumbuhan dari sisi profit yang diterima. Profit dari perusahaan BUMN ini juga menjadi katalis positif untuk perkembangan ekonomi negara.

"Jadi kita bisa memang melihat bahwa kalau ditanya seberapa besar perannya ya memang bisa dibilang sih kalau dilihat pertumbuhan sih sudah cukup tinggi," lanjut dia.

Namun, menurt Alfred, jika dibandingkan dengan pasar modal dari negara lain makan pasar modal Indonesia masih tertinggal, dalam artian jika dibandingkan dengan sizenya.

Dia mengharapkan ke depannya pertumnuhan pasar modal dapat menjadi tolak ukur (benchmark) dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kalau sekarang kan masih belum hanya sekitar ya baru 500 emiten, dan dari 500 itu juga tidak semua yang merefleksikan angka pertumbuhan mereka ke dalam harga saham mereka," kata dia. [hid]

 
Embed Widget

x