Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 06:44 WIB

Kisruh Pasar Beras, HOKI Tak Revisi Target Awal

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:33 WIB
Kisruh Pasar Beras, HOKI Tak Revisi Target Awal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) tidak merevisi target pendapatan dan laba yang sudah ditetapkan sejak awal tahun meskipun industri beras didera isu kurang sedap.

Investor Relation perseroan, Dion Surijata mengatakan bahwa sampai saat ini perseroan belum melakukan revisi atas targetnya ini meskipun sedang berhembus kabar kurang enak dari pesaingnya.

"Belum ada perubahan rencana dari sejak IPO, kalau tidak ada perubahan besar yang buat kondisi penjualan berubah," kata Dion di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/8/2017).

Perseroan telah menargetkan pendapatan hingga akhir tahun mencapai Rp1,4 triliun. Sementara target laba yang akan diperoleh hingga akhir tahun adalah sebesar Rp90 miliar.

Hingga paruh pertama tahun 2017, pendapatan perseroan telah mencapai Rp700,6 miliar dengan laba yang sudah diperoleh mencapai Rp45,2 miliar dimana keduanya telah mengalami peningkatan dari periode yang sama tahun lalu sebesar 28,5% untuk pendapatan dan 91.5% untuk laba.

Beberapa waktu lalu industri beras diberitakan kurang sedap akibat salah satu produsen beras premium telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan, monopolo dan oligopoli beras.

Kegiatan bisnis HOKI adalah bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, perindustrian, pengangkutan darat, perbengkelan, percetakan, pertanian, pertambangan dan jasa. Saat ini, Buyung Poetra Sembada Tbk adalah bergerak dalam bidang perdagangan beras dengan merek utama Topikoki, Rumah Limas, Belida dan BPS.

Pemegang saham pengendali PT HOKI adalah PT Buyung Investama Gemilang, dengan persentase kepemilikan sebesar 66,87%.

Pagi ini saham HOKI dibuka di harga Rp374 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham HOKI di Rp414 per saham pada penutupan 21 Juli 2017. Sementara harga terendah di Rp332 per saham pada penutupan 4 Juli 2017.

Komentar

 
x