Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:13 WIB

IPO, Saham NASA Belum Leluasa

Oleh : Monica Wareza | Senin, 7 Agustus 2017 | 10:17 WIB
IPO, Saham NASA Belum Leluasa
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Ayana Land Tbk (NASA) sukses melakukan Initial Public Offering dengan melantai di abutsa Efek Indonesia dengan mengalami over subscribed sebesar 110 kali saat masa penawaran umum.

NASA menawarkan dengan harga di Rp103 per lembar saham. Saat pembukaan perdagangan, saham NASA diperdagangkan dengan harga stagnan sesuai dengan harga penawaran.

"Setelah melalui berbagai proses, akhirnya kami berhasil melantai di bursa saham Indonesia," kata Erwin Kusnadi, Direktur Utama perseroan di Gedung BEI, Senin (7/8/2017).

Dalam melakukan IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 3 miliar saham atau senilai 27,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Untuk itu perseroan memperoleh dana sebesar Rp309 miliar.

Selain itu, perseroan juga menerbitkan sebanyak 2,7 miliar lembar waran Seri I atau 33,75% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham saat penjatahan Penawaran Umum yang dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang 10 saham baru perusahaan berhak memperoleh 9 waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.

Perseroan menggandeng PT Jasa Utama Capital Sekuritas , PT Erdhika Elit Sekuritas, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Dana hasil IPO ini akan digunakan perseroan sebesar 25% untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada entitas anak yakni PT Ayana Hotel Indonesia dan PT Samudera Parama Avirodha yang tujuannya untuk pengembangan usaha.

Sebesar 75% akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal pada entitas anak yakni PT Ayana Property Internasional yang nantinya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usahanya untuk kebutuhan pengembangan usaha. [hid]

 
x