Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:32 WIB

Inilah Penopang Kinerja PT Telkom

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 2 Agustus 2017 | 18:01 WIB
Inilah Penopang Kinerja PT Telkom
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja dengan semakin tingginya pendapatan dari lini Data, Internet & IT Services dan untuk pertama kalinya melampaui pendapatan dari lini Cellular, Voice & SMS.

Pada semester I-2017 Telkom mencatat pendapatan dari Data, Internet & IT Services sebesar Rp27,12 triliun, sedangkan pendapatan Cellular Voice & SMS sebesar Rp26,02 triliun. Kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services terhadap total pendapatan Perseroan pun meningkat menjadi 42,4 persen. "Data, Internet & IT Service memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Perseroan, dengan pertumbuhan sebesar 19,8 persen menjadi Rp27,12 triliun.

Selain itu, kontribusi bisnis Data, Internet & IT Service terhadapap keseluruhan pendapatan Perseroan juga meningkat menjadi sebesar 42,4 persen atau tumbuh 19,8 persen," jelas Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Harry M Zen, seperti mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (2/8/2017).

Pada Semester I-2017 ini Telkom kembali membukukan pertumbuhan triple double digit, dengan pendapatan mencapai Rp64,02 triliun atau tumbuh 13,4 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp56,45 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp33,23 triliun atau tumbuh 15,4 persen serta laba bersih sebesar Rp12,10 triliun atau tumbuh 21,9 persen.

Peningkatan pendapatan dari Cellular Voice dan Data, Internet & IT Service tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler dan lonjakan traffic mobile data yang mencapai 118,7 persen. Pelanggan seluler saat ini mencapai 178 juta atau tumbuh 13,1 persen dibandingakan akhir periode yang sama tahun lalu.

Pelanggan broadband juga mengalami peningkatan yang cukup berarti, yakni pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash tumbuh 63,9 persen menjadi 81,72 juta users. Hal ini diikuti dengan peningkatan pelanggan fixed broadband sebesar 4,7 persen menjadi 4,52juta users. Demikian juga dengan pelanggan layanan fixed broadband Indi Home yang mencatat pertumbuhan sebesar 34,2 persen. Jika pada Semester I-2016 lalu, pelanggan IndiHome baru mencapai 1,5 juta pelanggan, maka pada Semester I-2017 ini menjadi lebih dari 2 juta pelanggan.

Guna meningkatkan jumlah pelanggan IndiHome, akhir tahun 2016 lalu Telkom memperkenalkan paket "IndiHome Netizen"yang merupakan layanan Dual Play. Paket baru ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, dimana hanya tujuh bulan sejak diperkenalkan Indi Home Netizen mencatatkan sebanyak 389 ribu pelanggan. Adapun Average Revenue Per User (ARPU) IndiHome tercatat sebesar Rp344 ribu. Sementara itu, Telkomsel selaku entitas anak usaha, juga mampu mempertahankan kinerjanya dan membukukan pertumbuhan triple double digit.

PendapatanTelkomseltumbuh sebesar 11,9 persen, EBITDA sebesar 14,0 persen dan laba bersih sebesar 15,6persensecara Year on Year(YoY). Pada Semester I-2017 pendapatan Telkomsel mencapai Rp45,99 triliun, EBITDA Rp27,19 triliun dan laba bersih Rp15,50 triliun. Kontribusi pendapatan Bisnis Digital Telkomsel memperlihatkan pertumbuhan yang berarti, yakni sebesar 26,9 persen menjadi Rp 18,07 triliun. Sepanjang Semester I-2017, pelanggan Telkomsel tumbuh sebesar13,1 persen menjadi 178 juta pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut sejalan dengan perluasan dan penguatan jaringan Telkomsel dengan layanan 3G/4G melalui penambahan sebanyak 17.538 BTS baru. Total BTS Telkomsel pada akhir Semester I-2017 adalah 146.571 BTS yang sebesar 65,7 persennya merupakan BTS yang mampu memberikan layanan 3G/4G.

Selama semester I tahun 2017, beban Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,0 persen dari Rp36,57 triliun pada tahun lalu menjadi Rp40,23 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban Perseroan, yang meningkat sebesar 13,8 persen dari periode tahun lalu menjadi Rp18,41 triliun.

Peningkatan beban operasionaldan pemeliharaan inisejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile business dan broadband. Hingga akhir Semester I-2017 Telkom Group telah membelanjakan capital expenditure (Capex) sebesar Rp13 triliun.

Capex terutama dimanfaatkan untuk mendukung bisnis broadband, baik fixed maupun mobile, seperti pembangunan infrastruktur backbone fiber optic, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, pembuatan satelit, penggelaran infrastruktur kabel laut lintas benua (IGG dan SEA-US)dan menara telekomunikasi.

Harry berharap Telkomdapat mempertahankan kinerja yang cukup menggembirakan pada Semester I-2017. "Pencapaianpada Semester I-2017 inidi peroleh berkat kuatnya kinerja Perseroan pada periode sebelumnya, kami berharap, momentum pertumbuhan ini dapat kami pertahankan pada semester selanjutnya," demikian pungkas Harry M Zen.

 
x