Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 21:33 WIB

Faktor FDA AS

Ini yang Terjadi pada Emiten Rokok Indonesia

Oleh : Monica Wareza | Senin, 31 Juli 2017 | 15:00 WIB
Ini yang Terjadi pada Emiten Rokok Indonesia
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Food and Drug Administration (FDA) AS mengeluarkan peraturan barunya soal nikotin dan berdampak pada kerontokan saham-saham rokok di AS. Apakah ini juga berpengaruh pada emiten di sektor rokok Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Analis NH Korindo Sekuritas, Joni Wintarja mengatakan bahwa pada dasarnya regulasi dari pemerintah Amerika Serikat ini tidak berpengaruh pada emiten rokok di Indonesia. Sebab, regulasi ini hanya bersifat lokal.

"Harusnya tidak (berpengaruh), soalnya regulasi itu kan lokal. Harusnya itu independen saja di Amerika," kata Joni saat dihubungi INILAHCOM, Senin (31/7/2017).

Namun, menurut pantauan INILAHCOM hingga perdagangan sesi II, salah satu saham yang diterbitkan emiten produsen rokok terbesar di Indonesia PT Gudang Garam Tbk (GGRM) makin tergelincir dari harga pembukaan hari ini pada Rp79.725 sebanyak 3.050 poin atau 3,85% ke harga Rp76.300.

Begitu juga dengan harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang justru turun semakin dalam dari harga pembukaannya pada Rp3.630 per saham ke harga Rp3.570 per saham atau semakin turun sebanyak 70 poin atau 1,92%.

Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga terperosok ke harga Rp388 dari harga pembukaannya Rp398. Sedangkan saham PT Bentoel Internationa Tbk (RMBA) stagnan di harga Rp4.300.

Menurut Joni, turunnya harga saham dari emiten produsen rokok Indonesia ini bukanlah disebabkan karena sentimen dari Amerika Serikat. Melainkan, karena adanya penurunan penjualan rokok yang secara nasional.

"Makanya sekarang investor masih menanti adanya inovasi dari emiten-emiten ini, karena kalau dilihat dari jumlah batang rokok yang dijual itu turun," jelas dia.

Sementara itu, tambah dia, saat ini investor masih menantikan rencana ke depannya dari HMSP karena saat ini masih belum ada sentimen positif yang membantu mengangkat harga sahamnya. Sementara ini saham HMSP punya support di harga Rp3.550 dan resisten Rp3.975

"Kalau GGRM itu relatif ya karena dari April kemarin naiknya agak banyak jadi enggak heran sekarang turunnya juga banyak. Saya kasih support di harga Rp75.000 dan resisten Rp80.400," kata Joni. [jin]

Komentar

 
x