Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 06:52 WIB

Inilah Manuver KAEF Masuk Pasar Arab Saudi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 31 Juli 2017 | 13:04 WIB
Inilah Manuver KAEF Masuk Pasar Arab Saudi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) kian leluasa untuk melayani jamaah haji asal Indonesia di wilayah Arah Saudi. Sebab BUMN farmasi ini telah mengakuisisi saham Dwaa Medical Limited Company (Dwaa) hingga 60%.

Langkah KAEF ini dengan menandatangani Conditional Share Subscription Agrement (CSSA) di Mekkah, pada pertengahan bulan ini. CSSA ditandatangani oleh Honesti Basyir, President Director PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan Sheikh Marei Bin Mubarak bin Mahfoudz, Chairman Marei Bin Mahfoudz Group dan disaksikan oleh Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jendral RI dan Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI, demikian mengutip laman resmi perseroan.

Sebagai langkah awal memasuki pasar baru di Timur Tengah, KF melakukan investasi pada perusahaan farmasi di Arab Saudi yang merupakan anak perusahaan dari Marei Bin Mahfoudz Group untuk menjadi mitra Integrated Healthcare Business, dengan bidang usaha wholesaler dan retail Farmasi&produk Kesehatan, serta Jasa Manajemen layanan Kesehatan. Kehadiran perusahaan joint venture ini akan mendatangkan manfaat bagi jamaah umrah, jemaah haji Indonesia dan tenaga kerja yang berdomisili di Arab Saudi dengan kehadiran 30 outlet farmasi dan 2 pusat distribusi di lokasi utama Mekkah dan Jeddah.

Honesti menjanjikan pengembangan bisnis Kimia Farma di Arab Saudi tidak hanya terbatas pada musim haji namun juga untuk jamaah umrah dan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi serta masyarakat Arab Saudi. "Tidak hanya kebutuhan obat, kami juga akan mengembangkan klinik dan fasilitas kesehatan lainnya."

Keberadaan apotek tersebut akan memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh Arab Saudi dimana kedepannya Perseroan juga berencana untuk melakukan pembangunan klinik dan layanan kesehatan lainnya melalui kerjasama dengan pihak lainnya.

Untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan kinerja Perseroan, manajemen telah merancang grand strategy yakni pembangunan berbagai fasilitas produksi Perseroan, yaitu Pabrik Banjaran, Pabrik Garam Farmasi, Pabrik Bahan Baku Obat dan dalam waktu dekat akan mulai beroperasinya Pabrik Rapid Test, yaitu suatu produk alat kesehatan test kit untuk melakukan pendeteksian penyakit seperti HIV, Siphilis, Malaria, Hepatitis, narkoba dan demam berdarah.

Dalam optimalisasi aset, Perseroan melakukan upaya optimalisasi aset-aset perusahaan dengan menggandeng mitra strategis yang kompeten dan berpengalaman. Seperti pembangunan MOXY Hotel di Dago Bandung, Pembangunan Hotel di Matraman Jakarta serta Pembangunan Rumah Sakit di Saharjo Jakarta, dengan bentuk kerjasama Built Operate Transfer (BOT).

Saham KAEF pada Senin (31/7/2017) dibuka di Rp3.230 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham KAEF di Rp3.270 per saham pada penutupan 28 Juli 2017. Untuk harga terendah di Rp1.255 per saham pada panutupan 31 Juli 2016.

Komentar

 
x