Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:34 WIB

Depok Berkembang Pesat, APLN Suguhkan PGV

Oleh : - | Minggu, 23 Juli 2017 | 17:10 WIB
Depok Berkembang Pesat, APLN Suguhkan PGV
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Depok-Kota Depok sudah lama menjadi lokasi bagi para pekerja yang beraktivitas di Jakarta.

Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Jakarta, serta kemudahan akses, baik jalan maupun moda transportasi, membuat kota ini sangat pas untuk mengembangkan konsep transit oriented development (TOD).

Selama ini moda transportasi kereta rel listrik (KRL) Commuter Line bisa dibilang menjadi moda andalan untuk akses menuju Depok. Daya tarik kota Depok bagi pengembang properti pun diperkuat dengan hadirnya infrastruktur jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dan Depok-Antasari (Desari).

Tidak hanya itu, moda transportasi yang kini sedang gencar dibangun, yakni light rail transit (LRT) juga akan melintasi Depok. Rencananya salah satu stasiun LRT dibangun di Cimanggis, Depok.

Dengan segala kemudahan akses yang ditawarkan, tentu masyarakat akan semakin tertarik untuk tinggal di wilayah ini. Setidaknya, hal itulah yang membuat sektor properti kawasan Depok semakin menggeliat saat ini, mulai rumah murah hingga apartemen berkelas ada di sini.

Banyaknya peluang menjanjikan inilah yang membuat PT Agung Podomoro Land (APL) yang berkode saham APLN, pun turut ikut meramaikan pasar properti di kota Depok. Melalui anak usahanya, PT Graha Tuna Selaras, APL memperkenalkan Podomoro Golf View (PGV) yang menawarkan gaya hidup sehat, bersahabat dengan alam, dan ramah lingkungan, di Cimanggis, Depok.

General manager PT Graha Tunas Selaras, Rubby I Widjaja mengatakan, mudahnya akses yang tersedia dari Jakarta-Depok ataupun sebaliknya akan menjadi nilai tambah bagi PGV.

"Akses yang tersedia pun terbilang mudah. Bisa melalui Commuter Line, bus Trans Jakarta, serta hadirnya tol Cinere-Jagorawi dan Depok-Antasari. Hal ini akan menjadi nilai tambah kawasan PGV," ujar Rubby.

Menurut Rubby, Cimanggis merupakan kawasan yang baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Dengan harga sekitar Rp9,4 juta per meter persegi, PGV tergolong masih terjangkau.

"Bandingkan dengan harga apartemen di wilayah Tangerang dan Serpong yang mencapai Rp17 juta-Rp20 juta per meter persegi. Begitu juga dengan kawasan Cikarang-Bekasi yang berkisar Rp13 juta-Rp15 juta per meter persegi. Bahkan harga apartemen di wilayah Sentul dan Bogor masih lebih tinggi, yaitu sekitar Rp10 juta-Rp14 juta per meter persegi," ujar Rubby.

Sesuai namanya, kelebihan PGV ada pada lokasinya yang berada di antara tiga padang golf, yaitu Jagorawi Golf and Country Club, Emeralda Golf Club, dan Riverside Golf Club. PGV juga akan memiliki tempat ibadah, area komersial berupa toko-toko di pinggir jalan raya boulevard serta thematic area untuk food and beverage di pinggir Sungai.

Sebagai hunian skala kota dengan fasilitas lengkap. PGV juga dilengkapi oleh fasilitas pendidikan, selain dikelilingi oleh berbagai universitas ternama (Gunadarma, Universitas Indonesia, Pancasila, IISIP) juga bersebelahan langsung dengan rencana pengembangan sekolah Kolese Kanisius.

Dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (OTD), superblok PGV Cimaggis Depok ini akan menjadi sunrise properti tahun 2017 di Jabodetabek, selain Bekasi, Serpong dan Bintaro. "Kami akan terus membangun super blok ini menjadi lokasi berkualitas dan kompetitif untuk properti," jelas Rubby.

AVP Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk Alvin Andronicus mengatakan, pembangunan properti baik hunian maupun komersial di kawasan Depok sangat pesat karena daya serap pasarnya juga tinggi. Hal ini akan menarik minat keluarga muda yang ingin memiliki hunian di lokasi strategis.

"Kami menatap 2017 dengan yakin bahwa industri properti akan membaik, bagi yang memerlukan kepemilikan hunian di lokasi strategis. Catatan kami, melalui proyek Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis, minat masyarakat sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan dasar papan ini," pungkas Alvin. [jin]

Komentar

 
x