Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:27 WIB

Juni 2017, Dana Kelolaan Reksadana Naik 2,58%

Oleh : - | Senin, 17 Juli 2017 | 19:31 WIB
Juni 2017, Dana Kelolaan Reksadana Naik 2,58%
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan bidang jasa penyediaan informasi dan riset, PT Infovesta Utama mengungkapkan bahwa dana kelolaan (asset under management/AUM) reksadana berdenominasi rupiah mengalami peningkatan 2,58 persen pada Juni dibanding Mei tahun 2017.

"Dana kelolaan reksadana berdenominasi rupiah tercatat naik 2,58 persen menjadi Rp371,48 triliun dari posisi bulan Mei sebesar Rp362,14 triliun," papar Analis PT Infovesta Utama Viliawati di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Ia mengemukakan bahwa kenaikan dana kelolaan reksadana berdenominasi rupiah itu, terbesar disumbang oleh jenis reksadana pendapatan tetap sebesar 7,33 persen dan saham yang meningkat sebesar 2,42 persen dari posisi bulan sebelumnya.

"Aksi 'subscription' investor menjadi salah satu penopang kenaikan 'asset under management' pada kedua jenis reksadana itu," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, dana kelolaan reksa dana jenis Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana pasar uang mengalami penurunan, hal itu akibat adanya "redemption" yang dilakukan oleh investor yang ditandai dengan berkurangnya unit penyertaan di kedua jenis reksadana itu pada bulan Juni 2017.

Viliawati juga mengemukakan bahwa selama sepekan terakhir atau periode 7-14 Juli 2017, seluruh indeks reksadana mengalami penguatan. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh reksadana pendapatan tetap disusul oleh reksadana saham, dan reksadana campuran. Sementara, kenaikan terendah dicatatkan oleh reksadana pasar uang.

Pada periode itu, ia memaparkan bahwa reksadana pendapatan tetap membukukan kenaikan sebesar 0,42 persen, reksadana saham naik 0,28 persen, reksadana campuran meningkat sebesar 0,21 persen, dan reksadana pasar uang naik sebesar 0,04 persen.

"Menguatnya reksadana tak terlepas dari kinerja 'underlying asset'-nya yaitu obligasi dan saham yang mencatatkan kinerja positif pada pekan lalu. Penguatan pada obligasi pemerintah yang lebih tinggi ketimbang pasar saham dan pasar uang berimbas pada unggulnya kinerja reksadana pendapatan tetap," paparnya. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x