Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:52 WIB

Gangguan di Nigeria Topang Penguatan Minyak

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 15 Juli 2017 | 07:27 WIB
Gangguan di Nigeria Topang Penguatan Minyak
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Harga minyak mengalami kenaikan mingguan lebih dari 5% pada penutupan Jumat (14/7/2017). Pasar merespon laporan mengenai masalah pasokan di Nigeria.

Selain itu adannya perkiraan permintaan minyak mentah yang lebih tinggi membantu kenaikan harga selama lima sesi berturut-turut.

West Texas Intermediate crude di New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus naik 46 sen atau 1%, menetap di US$46,54 per barel. Menurut data FactSet, terjadi kenaikan sekitar 5,2% pada pekan ini dan menetap di level tertinggi sejak 3 Juli.

Minyak mentah jenis Brent di ICE Futures exchange London naik 49 sen atau 1% menjadi US$48,91 per barel, dengan harga naik sekitar 4,7% dari pekan lalu.

Berita Kamis (13/7/2017) malam mengatakan Royal Dutch Shell, Nigeria telah menyatakan force majeure. Pada dasarnya merupakan penghentian pengiriman, pada ekspor minyak mentah Bonny Light-nya, karena adanya penutupan pipa.

Alasan penutupan tersebut tidak disebutkan dalam laporan, namun infrastruktur minyak dan gas di Delta Niger sering mengalami vandalisme dan sabotase oleh kelompok militan.

"Penghentian telah bergerak sebagai faktor terbesar yang berdampak pada pasar potensial mereka, dengan Shell dipaksa untuk menyatakan force majeure pada minyak mentah Bonny Light keluar dari Nigeria," kata Robbie Fraser, analis komoditas Schneider Electric, dalam sebuah catatan seperti mengutip marketwatch.com.

"Nigeria dan Libya yang telah dibebaskan dari kesepakatan OPEC telah menjadi tantangan bagi kesepakatan produksi yang sedang berlangsung karena kedua negara telah meningkatkan output. Namun, penting untuk diingat bahwa walaupun mereka bekerja untuk mengalihkan produksi lebih tinggi, risiko gangguan juga tetap tinggi, terutama di Libya," lanjutnya.

Dan karena tingkat kepatuhan negara-negara OPEC sedikit goyah pada musim panas ini. Setiap pengehentian produksi yang terjadi bisa menjadi penting untuk memastikan persediaan tetap tersedia.

Menteri perminyakan Nigeria juga dilaporkan mengatakan bahwa negaranya bersedia mendukung pembatasan produksi minyaknya. Hal ini untuk mendukung upaya OPEC dalam mengurangi pasokan global.

Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh laporan dari International Energy Agency pada Kamis, di mana pengawas tersebut mendorong perkiraan pertumbuhan permintaan pada 2017. Namun juga mencatat bahwa pasokan minyak global meningkat pada bulan Juni karena produsen "membuka keran".

"IEA menaikkan perkiraan permintaan untuk kuartal kedua, sementara pada saat yang sama mengurangi figur untuk pasokan non-OPEC. Akibatnya, pasar minyak menunjukkan defisit yang cukup besar pada kuartal terakhir," kata analis Commerzbank.

Pengawas energi yang berbasis di Paris melihat pasokan global turun 700.000 barel per hari. Namun memperingatkan bahwa pasar harus menunggu sedikit lebih lama untuk memastikan tentang proses penyeimbangan kembali telah benar-benar dimulai.

Sementara data dari Baker Hughes yang dirilis pada hari Jum'at menunjukkan bahwa jumlah pengeboran di rig minyak AS yang aktif naik tipis menjadi 2 sampai 765. Jumlah ini mengikuti kenaikan dari 7 rig minyak minggu lalu.

Wakil presiden intelijen pasar di perusahaan analisis minyak dan gas Drillinginfo, Bernadette Johnson mengatakan kemungkinan peningkatan jumlah rig minyak secara signifikan yang terlihat awal tahun ini sebagian besar berakhir.

"Penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir sampai US$40an sebenarnya dapat menyebabkan beberapa rig turun saat produser mengevaluasi kembali rencana mereka memasuki 2018," katanya.

Angka penghitungan rig muncul menjelang rilis dari Energy Information Administration pada Senin (10/7/2017) dari laporan produktivitas pengeboran AS bulanan, yang akan mencakup perkiraan pada produksi crude oil bulan Agustus.

Pada produk energi lainnya, bensin Agustus naik 3,4 sen atau 2,3% menjadi $ 1,561 per galon, bertahan sekitar 4,1% lebih tinggi pada minggu ini. Sementara heating oil untuk Agustus naik 2,3 sen atau 1,6% menjadi US$1,515 per galon, untuk kenaikan mingguan sekitar 4,6%.

Gas alam untuk Agustus naik tipis sebesar 1,9 sen atau 0,6% menjadi US$2,98 per juta unit thermal Inggris, sekitar 4,1% lebih tinggi pada pekan ini. [hid]

 
x