Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 03:05 WIB

Inilah Kendala Penerbitan Saham Baru MEDC

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 6 Juli 2017 | 16:33 WIB
Inilah Kendala Penerbitan Saham Baru MEDC
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali merencanakan untuk melakukan pelepasan saham baru dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat mengatakan bahwa hari ini manajemen MEDC menemui BEI untuk menyatakan rencananya dalam melakukan aksi korporasi ini. Sayangnya, rencana ini masih terkendala karena adanya aturan baru dari otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Berdasarkan POJK sekarang harus RUPS dulu baru dilaksanakan, kalau dulu kan sebaliknya. Sekarang kalau sampai setahun maka expired jadi harus di RUPS lagi. Nah ini kan mereka sudah bahas di RUPS bulan lalu," kata Samsul di Gedung BEI, Kamis (6/7/2017).

Rencana rights issue ini, lanjut Samsul, masih sama dengan rencana yang akan dilaksanakan tahun lalu. Yakni perseroan akan melepas saham sebanyak 1.306.618.100 lembar saham dengan nominal Rp100. Ditargetkan perseroan akan memperoleh sebanyak Rp1,94 triliun dari aksi korporasinya ini.

Sementara itu, Corporate Secretary perseroan, Siendy K. Wisandana mengatakan bahwa perseroan belum menetapkan harga yang pasti atas pelepasan saham ini. Pasalnya, perseroan berencana untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dan juga akan menerbitkan waran yang akan diberikan untuk para pemegang saham baru nanti.

"Kita juga mau hitung-hitungan, karena kita mau menerbitkan waran, satu saham dapat 3 waran. Nah kata itu BEI kita kasih 1 saham dapat 1 waran saja itu saham yang beredar sudah 39%, lebih besar dari yang ada," kata Siendy. [hid]

 
x