Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 12:32 WIB

OJK Cs Luncurkan Lindung Nilai SUN

Oleh : Monica Wareza | Minggu, 25 Juni 2017 | 08:12 WIB
OJK Cs Luncurkan Lindung Nilai SUN
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Untuk menjaga risiko investasi Surat Utang Negara (SUN), Tim Pengembangan Pasar Surat Utang (TPPSU) meluncurkan instrumen investasi baru di Pasar Modal Indonesia.

Invstrumen tersebut dikemas melalui Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau Indonesia Government Bond Futures.

Tim yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR-Kemenkeu), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Penilaian Harga Efek Indonesia (PHEI).

Mereka mengharapkan bahwa KBSUN ini bisa menjadi instrumen investasi tambahan yang bersifat lindung nilai bagi perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi yang berfungsi untuk menjaga risiko investasi Surat Utang Negara (SUN).

"KBSUN ini diluncurkan dalam rangka untuk menambah ragam produk investasi di pasar modal dan meningkatkan likuiditas pasar surat utang. Semoga kontrak berjangka ini dapat menjadi sarana lindung nilai bagi investor yang ingin melindungi portofolio mereka di pasar surat utang dari kenaikan yield atau pemnrunan harga," kata Alpino Kianjaya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa dalam Siaran Pers BEI, Senin (8/5/2017).

Peluncuran produk ini juga akan memberikan manfaat kepada manajer portofolio, yakni dengan menggunakan KBSUN untuk menaikkan atau menurunkan total modified duration pada portofolio karena pergerakan paralel suku bunga dan memiliki dampak yang kecil terhadap nilai portofolio.

Pada implementasi tahap awal, aset dasar yang akan digunakan dalam produk investasi KBSUN ini adalah SUN dengan seri acuan (benchmark) 5 tahun dan SUN dengan seri acuan 10 tahun. Saat ini nilai outstanding Surat Utang yang tercatat di BEI per 31 Maret 2017 mencapai Rp2.216 triliun, yang terdiri dari 85,33% Surat Berharga Negara dan 14,62% obligasi korporasi.

Seiring dengan berkembangnya pasar obligasi atau surat utang di Indonesia, perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi menanggung porsi besar dari risiko tingkat suku bunga atas investasi mereka di obligasi atau surat utang.

Ke depan, KBSUN juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia sehingga dapat mendukung peningkatan nilai transaksi, jumlah investor, dan peningkatan daya tahan Pasar Modal Indonesia terhadap volatilitas pasar global di masa depan. [hid]

 
Embed Widget

x