Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:13 WIB

BRI Syariah-Bank DKI Guyur Fasilitas Kredit WSBP

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 21 Juni 2017 | 14:53 WIB
BRI Syariah-Bank DKI Guyur Fasilitas Kredit WSBP
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus memperkuat modal kerjanya dengan pendanaan melalui pinjaman perbankan.

Perseroan telah menandatangani fasilitas kredit dari PT Bank DKI pada Kamis (15/6/2017) dan dari PT Bank BRISyariah pada Jumat (16/06). Perseroan memperoleh pinjaman sebesar Rp 500 miliar dari Bank DKI yang akan diperuntukkan untuk membiayai Proyek Pengadaan Readymix dan Precast Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Seksi 2 (dua) Elevated.

Selanjutnya, Perseroan juga mendapatkan Fasilitas Kredit Modal Kerja (Musyarakah Line Facility) dari Bank BRISyariah sebesar Rp 300 miliar dari plafond awal yang sebesar Rp 300 miliar, sehingga plafond hingga saat ini sebesar Rp 600 miliar. Fasilitas Kredit dari Bank BRISyariah ini direncanakan untuk pembiayaan sebagian Proyek Pengadaan Material Precast dan Beton Readymix untuk Pembangunan CimanggisCibitung Toll Ways (CCTW) Seksi 2 (dua) yang ditargetkan selesai tahun 2019.

Direktur Keuangan dan Risiko WSBP Budi Setyono menjelaskan tambahan fasilitas kredit dari Bank BRISyariah akan digunakan untuk membiayai Proyek Pengadaan Material Precast dan Beton Readymix untuk Pembangunan Cimanggis-Cibitung Toll Ways (CCTW) Seksi 2 (dua) yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 2,2 triliun. Tol CCTW ditargetkan selesai tahun 2019.

"Fasilitas kredit yang diterima Perseroan dari BRISyariah sebelumnya digunakan untuk membiayai proyek Light Rail Transit/LRT Palembang dan pengadaan PCI Girder." jelas Budi.

Pasca-IPO September 2016 yang memberikan tambahan ekuitas Rp5,1 triliun, Perseroan mengoptimalkan pinjaman perbankan untuk memperkuat struktur pendanaannya. Tahun ini WSBP menargetkan orderbook sebesar Rp22,5 triliun, yang terdiri dari carry over tahun 2016 sebesar Rp10,2 triliun dan target kontrak baru tahun 2017 sebesar Rp12,3 triliun. [jin]

 
x