Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Juni 2017 | 00:10 WIB

PT Citatah Jajaki Pasar Amerika

Oleh : Monica Wareza | Senin, 12 Juni 2017 | 18:21 WIB
PT Citatah Jajaki Pasar Amerika
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Citatah Tbk (CTTH) memperluas jangkauan pasar luar negeri yakni dengan melakukan ekspansi ke Amerika Serikat.

Direktur Utama Perseroan, Taufik Johannes menuturkan bahwa setelah tujuh tahun vakum dari negeri Paman Sam tersebut, PT Citatah Tbk kembali mendapatkan tiga proyek baru, meliputi sport center dan juga shopping mall. Tidak tanggung - tanggung, perusahaan berhasil meraih nilai kontrak hingga US$2 juta dari kerjasama dengan pengembang asal Amerika. "Baru mulai kita jajaki kembali tahun lalu, dan sekarang mulai kelihatan hasilnya. Jadi bulan ini kita mulai, hasilnya baru akan kelihatan nanti semester kedua," kata Taufik di Gedung BEI, Senin (12/6/2017).

Selain pasar Amerika, PT Citatah Tbk juga menggarap pasar Asia seperti Malaysia dan Myanmar. Selain itu, perseroan tengah menjajaki pasar baru di Asia Timur, Jepang.
"Dengan Jepang saat ini kita tengah pendekatan untuk dua proyek tapi masih negosiasi belum bisa disclose," tambah Taufik.

Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp345 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 25% sepanjang tahun 2017 dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu sebesar Rp276 miliar.

"Kelihatannya di semester kedua kita dapat proyek cukup banyak, sehingga mendorong penjualan. Target kita 25% dari tahun lalu," kata Taufik.

Meskipun tengah getol mengembangkan pasar luar negeri, namun porsi pendapatan masih didominasi dari penjualan dalam negeri. Penjualan pasar domestik menyumbang sekira 83% dari pendapatan, sedangkan sisanya 17% dari pasar ekspor.

Perseroan juga telah menandatangani beberapa kontrak baru di Jakarta, antaranya proyek SopoDel Office Tower, Element Apartement Kuningan, Sequis Tower di Sudirman, dan Menteng Park Tower I dan II di Jakarta.

Untuk nilai kontrak baru Menteng Park Tower I dan II sebesar Rp50 miliar. Dalam proyek ini perseroan akan mengambil pasokan lokal dari tambang Sulawesi Selatan. Sedangkan nilai kontrak Sequis Tower sebesar Rp 80 miliar. Proyek Sequis Tower mulai digarap pada bulan Juli 2017 dan ditargetkan selesai dal 7 bulan.

"Kita masih ada banyak kontrak di Jakarta tapi masih dalam tahap pembicaraan, jadi blum bisa disebutin," kata Taufik. [hid]

 
x