Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 16:54 WIB

PT Citatah Siapkan US$2 Juta Buka Tambang Baru

Oleh : Monica Wareza | Senin, 12 Juni 2017 | 14:15 WIB
PT Citatah Siapkan US$2 Juta Buka Tambang Baru
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Citatah Tbk (CTTH) produsen marmer ini mengalokasikan dana sebesar US$2 juta untuk berinvestasi di tambang baru yang berlokasi di Kefamenamu, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama CTTH, Taufik Johannes mengatakan dengan pembangunan tambang baru di Nusa Tenggara Timur ini nantinya akan menambah kapasitas produksi perseroan. Meskipun begitu, hasil dari tambang baru ini baru akan kelihatan di bulan ke tujuh atau ke depalan nanti.

"Karena lahannya cukup besar kalau memang kita bisa dapat izin paling tidak itu bisa makan biaya investasi sekitar US$2 juta karena kita hrus siapin lahan, infrastruktur dan pembukaan tambang dari nol," kata Johannes di Gedung BEI, Senin (12/6/2017).

Selain itu, Johannes menambahkan bahwa pembangunan tambang baru yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini sejatinya sudah direncanakan sejak dua tahun yang lalu. Namun pembangunan ini terkendala oleh perijinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga proses perijinan menjadi molor.

"Kendalanya karena lahan di dalam kehutanan jadi harus persetujuan Kementerian Kehutanan dan biasanya juga di daerah itu kita lebh hati-hati dan kadang mereka tidak paham pengurusannya jadi kita seringkali datang ke pusat nanti balik lagi ke daerah," lanjut Johannes.

Selain penambahan satu tambang baru, saat ini perseroan telah memiliki tambang eksisting yang berlokasi Bonea, Sulawesi Selatan. Tahun perseroan menargetkan untuk menambah kapasitas produksi tambangnya ini dari 1.200-1.300 meter kubik per bulannya, akan ditingkatkan menjadi 1.500 meter kubik.

Untuk itu perseroan telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$1 juta untuk pembelian alat baru untuk perluasan tambang yang eksisting guna meningkatkan kapasitas produksinya.

"Capex US$1 juta untuk tambang kita yang baru nanti di Bonea dipakai hanya untuk mempersiapkan alat besar untuk operasi tambang," kata Johannes.

Dana ini nantinya sebesar 50% akan berasal dari kas internal perseroan, sedangkan sisanya dari eksternal leasing. [hid]

 
x