Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:02 WIB

Inilah Emiten Baru Pagi Ini

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 9 Juni 2017 | 08:32 WIB
Inilah Emiten Baru Pagi Ini
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pencatatan saham perdana untuk PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) sebagai emiten ke-10 di tahun 2017, Jumat (9/6/2017).

Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 300.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100 dan Harga Penawaran Rp500 per saham. Sebanyak 350.000.000 lembar Waran Seri I yang menyertai saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan IPO, yaitu 07 Juni 2017.

Setiap pemegang 6 saham baru berhak memperoleh 7 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp625.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya antara lain ekitar 30,49% akan digunakan untuk melakukan pelunasan utang pihak ketiga kepada PT Indo Jasa Utama.

Sebanyak 16,67% akan digunakan untuk melakukan pembangunan tambahan infrastruktur, di area pelabuhan dan operasional tambang. Sisanya 52,84% akan digunakan untuk modal kerja.

PT Alfa Energi Investama didirikan pada bulan Februari 2015. Kantor pusat PT Alfa Energi Investama berlokasi di Palma Tower Lt. 18, Jl. R.A Kartini II-S, Kav 6, Sektor II, Jakarta Selatan 12310 Indonesia.

Perseroan merupakan emiten bidang jasa energi terutama sektor batubara. Sumber daya energi, dan infrastruktur energi melalui Anak Usaha (PT Alfa Daya Energi, PT Adhikara Andalan Persada dan PT Properti Nusa Sepinggan). Saat ini, PT Alfa Energi Investama secara tidak langsung memiliki tambang batu bara melalui PT Alfara Delta Persada, IUP OP 2.089 hektare, di Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Selama ini para pemegang saham PT Alfa Energi Investama antara lain Aris Munandar (100,00%) dan PT kencana Prima Mulia (hanya 25.000 lembar saham atau 0,00%).

 
x