Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Juni 2017 | 00:08 WIB

Akhir 2017

BTN Kejar Target Kredit Agunan Rumah Rp8,82 T

Oleh : - | Senin, 5 Juni 2017 | 13:53 WIB
BTN Kejar Target Kredit Agunan Rumah Rp8,82 T
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk membidik Kredit Agunan Rumahyang disalurkan hingga akhir 2017 mencapai Rp8,82 triliun. Salah satu upayanya yakni menggelar Program Gebyar Uang Tunai secara serentak di seluruh kantor cabang yang diharapkan mencatatkan tambahan pinjaman sekitar Rp600 miliar.

Direktur Consumer Banking Bank BTN Handayani mengatakan di samping berfokus menjadi integrator Program Sejuta Rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi serta KPR Non-Subsidi, perseroan juga terus menggenjot bisnisequity loan. Salah satu yang ditingkatkan yakni Kredit Agunan Rumah (KAR).

KAR merupakanequity loanatau fasilitas kredit perumahan non Kredit Pemilikan Rumah (non-KPR) yang disalurkan Bank BTN. Melalui KAR, masyarakat dapat memperoleh dari Bank BTN untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi dengan menjaminkan rumah tinggal, apartemen, rumah toko, atau rumah kantor.

Bank BTN, lanjut Handayani, membidik posisi KAR perseroan naik 10% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp8,02 triliun pada Desember 2016. "Untuk mencapai target tersebut kami terus meningkatkan promosi, termasuk melalui pemberian apresiasi bagi debitur setia kami. Dalam kesempatan ini, kami menggelar Program Gebyar Uang Tunai bersama Bank BTN khusus untuk mengapresiasi para debitur setia. Targetnya, dari program ini akan ada tambahan kredit senilai Rp600 miliar," jelas Handayani dalam Pembukaan Program Gebyar Uang Tunai bersama Bank BTN di Menara BTN, Jakarta, Senin (5/6).

Dalam program yang digelar serentak di seluruh Indonesia tersebut, Bank BTN menawarkan produk khusus untuk mengapresiasi para debitur KPR, Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan KAR yang tercatat lancar mengangsur selama dua tahun terakhir. Ada beragam produk khusus yang ditawarkan hingga 30 Juni 2017. Di antaranya, yakni debitur Bank BTN mendapatkan fasilitas kredit tambahan melalui mekanisme kompensasi dantop updengan KAR BTN.

Pada mekanisme kompensasi, debitur bisa mendapat kredit baru untuk melunasi pinjaman yang lama. Nantinya, selisih antara pinjaman baru dan lama tersebut, bisa diambil dalam bentuk uang tunai. Lalu, untuk mekanismetop up, debitur bisa mendapatkan pinjaman baru dengan nilai sebesar selisih antara plafon kredit lama dengan posisi pinjaman saat ini.

Pada kredit baru tersebut, seluruhnya dikenakan suku bunga promo mulai 10,5%-11,5%. "Pada program ini, Bank BTN juga menawarkan proses persetujuan yang cepat. Kami pun memberikan diskon biaya provisi dan administrasi sebesar 50%, serta jangka waktu pinjaman hingga 15 tahun," tutur Handayani.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, perseroan juga memberikan fasilitas Kredit Ringan (Kring Prima) khusus bagi debitur KPR dan KPA. Lewat fasilitas ini, debitur bisa mendapatkan pinjaman tambahan maksimal Rp150 juta dengan jangka waktu paling lama 8 tahun. Handayani mengungkapkan pada promo fasilitas Kring Prima tersebut, Bank BTN memastikan proses cepat, mudah dan tanpa memerlukan SK Pegawai. Bank BTN juga memberikan diskon biaya provisi dan administrasi sebesar 50%. "Bagi PNS dan karyawan BUMN, kami juga memberikan bunga khusus sebesar 8,25%-10,25%. Kemudian, bagi pekerja swasta lainnya, bunga yang ditawarkan berkisar 8,75%-10,5%."

Secara keseluruhan, hingga April 2017, emiten bersandi saham BBTN ini juga telah menyalurkan kredit senilai Rp170,45 triliun per April 2017 atau tumbuh 18% yoy dari Rp144,57 triliun pada April 2016. Per April 2017, Bank BTN pun telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp157,52 triliun atau naik 21,82% yoy dari Rp129,29 triliun pada bulan yang sama tahun lalu.

Dengan kenaikan kinerja tersebut, BBTN mencatatkan kenaikan laba bersih sesuai dengan target perseroan atau di level 21,07% yoy. Per April 2017, laba bersih Bank BTN tercatat naik dari Rp651,18 miliar pada bulan yang sama tahun lalu menjadi Rp788,4 miliar. [*]

 
x