Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 15:47 WIB

Inilah Persiapan Jasa Marga Jelang Mudik 2017

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 29 Mei 2017 | 16:30 WIB
Inilah Persiapan Jasa Marga Jelang Mudik 2017
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, waspadai tiga jalur kritis pada mudik lebaran tahun 2017 mendatang. Diantaranya pada ruas tol Jakarta-Cikampek, ruas tol Jagorawi, dan ruas Jakarta- Tangerang.

Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, menuturkan, pada tiga ruas tol itu pihaknya betul-betul mempertajam penanganan kepadatan lalu lintas dengan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan juga Korlantas, utamanya di ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Tahun lalu tol Jakarta - Cikampek saja sudah padat sebelum dirusuhi LRT. Lalu sekarang dirusuhi Jakarta-Cikampek elevated," tutur Desi di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (29/5/2017).

Desi menyebut, Jakarta-Cikampek sangat rawan dikarenakan pada mudik tahun ini ada pembangunan tiga proyek, yakni LRT Jabodebek ruas Cawang-Bekasi Timur, proyek tol Jakarta-Cikampek elevated serta kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Nanti, saat H-10 arus mudik seluruh aktifitas proyek di Jakarta-Cikampek bersih (dari aktifitas pembangunan)," jelasnya.

Desi menghimbau untuk pemudik sseyogyanya tak melewati tol Cikunir, lantaran daerah tersebut langsung bersinggungan dengan tiga proyek yang tengah dibangun tersebut.

"Titik terawan sebenarnya ada di Cikunir. Kalau bisa hindari Cikunir," tuturnya.

Sementara itu, Desi mengaku pihaknya juga berupaya untuk mengurai kepadatan di ruas tol Jakarta- Cikampek diantaranya dengan melakukan rekayasa lalu lintas bersama dirjen perhubungan darat dan korlantas.

Di samping itu juga, pihaknya menyediakan parkir bay sebanyak 5 titik di ruas tol Jakarta-Cikampek dan 1 titik parking bay untuk ruas Palimanan-Kanci.

"(Parking bay) Bebas, tidak ada pungutan apa-apa dengan timeframe yang kami batasi," terangnya.

Selain itu, kata Desi, untuk mengurai kemacetan di Jakarta-Cikampek pihaknya juga bakal melebarkan dua jalur, di jalur menuju dan keluar Jakarta sepanjang 23 km. Ditambah dengan adanya alat deteksi kepadatan kendaraan sebanyak 5 segmen.

"Sudah dipasang alat sensor yang deteksi kalau kecepatan atau kelambatan kendaraan kurang dari batas, di beberapa tempat nanti akan dialihkan," terangnya.

Desi menambahkan, untuk ruas tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang, macet bukan terjadi karena mudik tetapi lebih karena banyaknya masyarakat yang ingin liburan. [hid]

 
x