Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 18:57 WIB

Ditanya Posisi Komut BEI, Ini Jawaban Rahmat

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 17 Mei 2011 | 15:17 WIB
Ditanya Posisi Komut BEI, Ini Jawaban Rahmat
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Mei 2017. Kabarnya, Rahmat Waluyanto yang kini menjabat wakil ketua OJK diplot menjadi komisaris utama. Benarkah?

Upaya INILAHCOM untuk mencari tahu kebenaran informasi ini, terus dilakukan. Termasuk menghubungi Rahmat Waluyanto melalui layanan pesan WhatsApp (WA), pada pukul 13.19 WiB, Rabu (17/5/2017).

Hanya saja, jawaban Rahmat belum jelas. Dia hanya menuliskan kalimat pendek saja. "Selamat Siang Pak. nanti saya sampaikan (jelaskan) ke Bapak ya. Terima kasih."

Sebelumnya tersiar kabar bahwa Rahmat bakal diposisikan sebagai Komut BEI periode 2017-2019, menggantikan Robinson Simbolon yang habis masa jabatannya. Saat ini, Rahmat masih aktif sebagai Wakil Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 23 Juli 2017.

Sebelumnya, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mendesak OJK agar mencoret nama Rahmat Waluyanto untuk posisi komut BEI. Kalau dipaksakan akan memberikan citra buruk bagi komisioner OJK yang memasuki masa pensiun.

"Ini bakal memberikan imej negatif kepada OJK kalau dibiarkan. Seolah-olah OJK hanya tempat mencari jabatan. Bukan untuk berkarya atau mengabdi kepada bangsa dan negara," papar Uchok.

Uchok menyarankan agar Rahmat mengurungkan niatnya itu. Tugas dewan komisioner OJK yang purna tugas pada 23 Juli 2017, seharusnya fokus untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya. "Bukan malah cari celah untuk tetap berkuasa. Ini kan enggak betul. Saya kira, kalau memang rekam jejaknya bagus, masih banyak tempat yang lebih mulia, siap menampung," tutur Uchok.

Selain Rahmat, ada sejumlah nama yang informasinya bakal masuk komisaris BEI. Mereka adalah Alexander Rusli (Indosat), John A Prasetyo (Akuntan Publik), Antony (KGI Sekuritas Indonesia), Zaki Mubarak (Bosowa Sekuritas). [ipe]

Tags

Komentar

 
x