Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 09:06 WIB

PT Rukun Raharja akan Tambah Modal 10%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 16 Mei 2017 | 12:18 WIB
PT Rukun Raharja akan Tambah Modal 10%
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau PMTHMETD maksimal 10 persen dari modal yang disetor atau sebanyak 407.708.250 saham. Untuk harga yang ditetapkan minimal Rp23 per saham.

Penetapan harga ini mengikuti harga rata-rata penutupan perdagangan saham dari 3 Maret 2017 sampai dengan 7 April 2017. Namun seluruh saham baru yang akan diterbitkan akan diambil PT Sentosa Bersama Mitra (SBM).

PT SBM memiliki 1.183.285.004 saham atau senilai Rp29.582.125.100 atau 29,02% dari saham yang ditempatkan dan disetor perseroan. PT SBM merupakan pemegang saham utama perseroan. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB 17 Mei 2017.

Hasil dari aksi korporasi ini, perseroan mengharapkan dapat memperkuat struktur permodalan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan. Dengan PMTHMETD ini akan meningkatkan jumlah saham yang diperdagangkan secara publik. Setelah berakhirnya perioe lock-up 12 bulan yang diwajibkan akan meningkatkan likuiditas saham perseroan.

Posisi kas perseroan per 31 Desember 2016 sebesar US$91.491.359 dan setelahnya menjadi US$91.249.971 sehingga terjadi US$91.491.359.


Penambahan modal ini akan meningkatkan Total Kas dan setara Kas yang sebelumnya US$12.987.329 menjadi US$13.745.941. Untuk total Aset yang sebelumnya US$145.224.413 menjadi US$145.983.024.

Kegiatan bisnis RAJA adalah menjalankan usaha sebagai penyedia energi terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir, antara lain, bidang jasa atau pelayanan yang meliputi jasa-jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi, penyediaan tenaga listrik. Selain itu konsultasi bidang pertambangan, pengelolaan kepelabuhan, bongkar muat peti kemas, pengelolaan dan penyewaan bangunan, sarana penunjang perusahaan properti dan konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Bidang pertambangan yang meliputi pendistribusian, penyimpanan gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM), pengembangan, pengelolaan dan pengoperasian infrastruktur gas dan perdagangan kapasitas pipa transmisi gas dan BBM; serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi usaha pemborongan dan perdagangan.

Komentar

 
x