Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 03:09 WIB

Rahmat Kebelet Komisaris BEI, Bos OJK tak Tahu

Oleh : Iwan purwantono | Senin, 15 Mei 2017 | 13:45 WIB
Rahmat Kebelet Komisaris BEI, Bos OJK tak Tahu
Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyo dan Ketua OJK Muliaman D Hadad - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tak termasuk calon komisioner OJK yang lolos ke Istana, nama Rahmat Waluyanto kembali mengemuka. Kali ini, dia disebut-sebut bakal masuk jajaran komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam RUPS BEI yang direncanakan pekan depan, Rahmat yang kini masih menjabat wakil Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, diplot menjadi komisaris utama. Menggantikan Robinson Simbolon yang pensiun.

Informasi ini memang cukup mengejutkan banyak pihak. Termasuk Direktur Utama BEI Tito Sulistio yang mengaku tak tahu kabar ini.

Kata Tito, pemilihan komisaris BEI menjadi wewenang seluruh anggota bursa (AB). Dalam hal ini, BEI hanyalah sebagai penyelenggara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Karena menyangkut RUPS semua harus sesuai dengan UU yang berlaku itu saja," kata Tito di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Sementara dari OJK, menurut sumber INILAHCOM, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam prosesnya. Namun begitu, Rahmat sudah menginformasikan hal ini kepada Muliaman pada akhir pekan lalu.

Kalau benar Rahmat nantinya terpilih menjadi komisaris BEI maka jumlah pejabat negara yang menikmati rangkap jabatan, bertambah satu. Jelas-jelas, rangkap jabatan menabrak UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Selain Rachmat, ada sejumlah nama yang informasinya bakal masuk komisaris BEI. Mereka adalah Alexander Rusli (Indosat), John A Prasetyo (Akuntan Publik), Antony (KGI Sekuritas Indonesia), Zaki Mubarak (Bosowa Sekuritas). [ipe]

 
x