Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 17:58 WIB

Kuartal I-2017, Laba BTPN Naik 11%

Oleh : - | Kamis, 27 April 2017 | 12:35 WIB
Kuartal I-2017, Laba BTPN Naik 11%
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat laba bersih setelah pajak pada trwulan I 2017 meningkat sebesar 11 persen menjadi Rp478 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Jika tidak memperhitungkan investasi baru sebesar Rp207 miliar, sejatinya laba mencapai Rp631 miliar atau tumbuh 29 persen," papar Direktur Utama BTPN Jerry Ng dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ia mengemukakan bahwa pencapaian itu salah satunya didukung dari penyaluran kredit perseroann yang tumbuh sebesar 10 persen menjadi Rp64,99 triliun pada akhir Maret 2017 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp59,27 triliun.

"Penyaluran kredit tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 0,8 persen," ucapnya.

Ia menjelaskan pertumbuhan kredit itu antara lain ditopang oleh penyaluran kredit ke segmen usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencapai Rp10,04 triliun atau tumbuh 37 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp7,35 triliun.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan juga ditopang pembiayaan melalui BTPN Syariah yang tumbuh 32 persen (yoy) dari Rp3,89 triliun menjadi Rp5,12 triliun pada akhir Maret 2017.

"Di BTPN kami meyakini bahwa inovasi merupakan salah satu kunci untuk dapat terus bertumbuh. Tanpa melakukan inovasi, akan sangat sulit untuk bisa memenangkan hati masyarakat," ujar Jerry Ng.

Didukung kinerja yang positif, lanjut dia, aset BTPN turut mencatat pertumbuhan. Pada akhir Maret 2017, aset BTPN tumbuh 11 persen menjadi Rp92,9 triliun pada akhir Maret 2017 dari Rp83,6 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga di 23,9 persen.

Menurut Jerry Ng, pencapaian itu juga tidak terlepas dari program pemberdayaan yang diberikan BTPN kepada seluruh nasabahnya yang dikenal dengan Program Daya. Daya merupakan program pelatihan dan pendampingan yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan, serta pelatihan praktis keterampilan wirausaha kepada nasabah BTPN yang meliputi pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas prasejahtera produktif.

"Sepanjang Triwulan-I 2017, BTPN telah menyelenggarakan 26.422 pelatihan Daya dengan jumlah peserta 173.080 nasabah," paparnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga sedang mengembangkan Program Daya secara digital agar aktivitas pendampingan nasabah menjadi lebih luas, efektif, serta memperbanyak jumlah nasabah yang menikmati program pemberdayaan.

Saat ini, BTPN memiliki dua "platform" digital banking untuk dua segmen yang berbeda, yakni "BTPN Wow!" yang diperuntukan bagi segmen "below-consuming- class" yang terdiri dari petani, nelayan, buruh, pekerja informal, dan pedagang mikro. Dan, platform Jenius untuk segmen onsuming-classyang diperkenalkan ke publik pada Agustus 2016.

"Sejak empat tahun terakhir, kami konsisten mengalokasikan sebagian biaya operasional untuk mengembangkan platform layanan nasabah berbasis digital. Kami optimistis investasi ini memberikan dampak signifikan pada perusahaan di masa mendatang," tuturnya.

Melalui berbagai inovasi yang dilakukan, kepercayaan masyarakat terhadap BTPN terus meningkat. Total pendanaan meningkat 11 persen dari Rp67 triliun pada akhir Maret 2016 menjadi Rp74,26 triliun pada akhir Maret 2017.

Dari jumlah itu, komposisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp68,91 triliun atau naik 12 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp61,71 triliun. Sementara itu, komposisi pinjaman bilateral dan obligasi mencapai Rp5,35 triliun atau tumbuh 1 persen. [tar]

 
x