Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 15:43 WIB

Pendapatan Bersih Astra Capai Rp48,78 T

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 20 April 2017 | 15:48 WIB
Pendapatan Bersih Astra Capai Rp48,78 T
PT Astra Internasional Tbk (ASII) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Astra Internasional Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih hingga 31 Maret 2017 sebesar Rp48,78 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 16% dari pendapatan di kuartal I 2016 yang senilai Rp41,88 triliun.

"Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama tahum 2017," kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra Internasional di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Peningkatan pendapatan bersih ini berdampak pada laba bersih ASII yang meningkat 63% atau senilai Rp5,08 triliun dari Rp3,1 triliun di periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari total pendapatan bersih tahun ini, industri otomotif memberikan kontribusi terbesar sebanyak 45% dari total pendapatan. Disusul oleh industri alat berat dan agribisnis sebesar 30,2% dan industri jasa keuangan sebesar 22%.

"Bisnis otomotif mengalami kenaikan karena pangsa pasar mobil dan motor mengalami peningkatan terutama karena penjualan mobil model baru," kata Prijono.

Selain itu, pemulihan harga batu bara yang signifikan membuat keuntungan meningkat tajam pada penjualan alat berat dan pertambangan. Selain itu kinerja agribisnis disokong oleh meningkatnya harga dan produksi CPO perseroan.

Per 31 Maret 2017 perseroan mencatatkan jumlah aset bersih perseroan sebesar Rp2.889 per saham atau mengalami kenaikan sebesar 4% dibanding dengan posisi di akhir 2016. Selain itu, nilai kas bersih di luar nilai jasa keuangan juga mengalami penurunan menjadi Rp131 miliar dari posisi di akhir tahun sebesar Rp6,2 triliun. Disebabkan oleh investasi jalan tol dan pembangkit listrik yang dilakukan pada kuartal I tahun ini.

Sebagai informasi, Astra Internasional telah melepas kepemilikan sahamnya sebesar 1% atas PT Toyota Astra Motor, perusahaan hasil kerja sama (joint venture) dengan Toyota Motor Corporation. Dari sebelumnya memiliki saham sebesar 51%, menjadikan posisi kepemilikan sahamnya saat ini imbang 50:50.

"Hal ini dilakukan untuk memperkuat bahwa perusahaan dikelola secara bersama, tidak ada tekanan dalam aksi ini," kata Prijono. [hid]

 
x