Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 09:23 WIB

Kekhawatiran Ini Tekan Harga Minyak di Pasar Asia

Oleh : Monica Wareza | Selasa, 18 April 2017 | 14:51 WIB
Kekhawatiran Ini Tekan Harga Minyak di Pasar Asia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Singapura - Minyak mentah di perdagangan Asia jatuh pada penutupan Selasa (18/4/2017). Investor ragu-ragu terhadap kenaikan permintaan dari China saat peningkatan produksi dari AS.

Tiga hari setelah Paskah, harga minhyak mentah turun 1 persen. Investor merespon keterangan Administrasi Informasi Energi AS tentang meningkatnya produksi rata-rata harian untuk bulan Mei sekitar 2,5 persen. Potensi peningkatan tersebut berasal dari tujuh daerah yang paling produktif di AS. Jika kenaikan tersebu terjadi maka akan mengalami kenaikan terbesar dalam dua tahun terakhir.

"Pada pemburu keuntungan di pasar minyak mentah sedikit khawatir saat ini," kata analis energi di CMC Markets, Ric Spooner seperti mengutip marketwatch.com. Para pedagang khawatir dengan kenaikan yang tak terduga akan melampaui perkiraan tentang oultook pasar minyak ke depan.

Sejumlah perusahaan dan lembaga setuju peningkatan produksi minyak untuk diatur dalam dua tahun ke depan. Hal ini terutama jika harga stabil di kisaran US$55 sampai US$60 per barel.

RBC Capital Markets memperkirakan AS pemain hulu akan meningkatkan pengeluaran 35% sampai 40% tahun ini. Perkiraan ini disertai dengan pandangan pertumbuhan yang kuat untuk tahun 2017 dan 2018.

Meskipun produksi AS berpotensi kelebihan, namun persediaan minyak bisa lebih rendah. Sebab produksi kilang meningkat untuk persiapan musim panas tahun ini.

Minyak mentah AS untuk pengiriman Mei turun 9 sen menjadi US$52,56 per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent turun 8 sen menjadi US$55,28 per barel.

Sementara pada pekan lalu, pasar titik terang telah permintaan China. Impor minyak mencapai rekor tertinggi pada bulan Maret. "Membeli minyak mentah China akan tetap kuat karena kami mengantisipasi meningkatnya permintaan untuk bahan bakar industri seperti diesel," kata seorang pedagang minyak mentah yang berbasis di Singapura untuk sebuah perusahaan minyak Cina.

Pada hari Senin, China mengatakan ekonominya naik sedikit lebih cepat dari analis diantisipasi pada kuartal pertama. Para ekonom memperkirakan momentum untuk bertahan sampai setidaknya pertengahan tahun. [hid]

Komentar

 
x