Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 10:21 WIB

Kuartal I-2017, Laba Bersih BBTN Naik 21,3%

Oleh : Uji sukma medianti | Senin, 17 April 2017 | 18:45 WIB
Kuartal I-2017, Laba Bersih BBTN Naik 21,3%
Direktur Utama Bank BTN Maryono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menutup kuartal I/2017, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BBTN) mencatatkan pertumbuhan bisnis sesuai target perseroan.

Direktur Utama Bank BTN Maryono bilang, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 21,03% secara tahunan (year on year/yoy), atau senilai Rp594 miliar per akhir Maret 2017.

Kata Maryono, kenaikan laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. Perseroan pun, lanjut Maryono, mampu memperbaiki beban bunga di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melaju di level 20,02% yoy.

Selain itu, pendapatan operasional pun turut menopang capaian positif laba bersih perseroan.

"Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% yoy atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan," jelas Maryono dalam Jumpa Pers tentang Kinerja Kuartal I-2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Di kuartal I-2017, pendapatan bunga Bank BTN tumbuh 8,74% (yoy), dari Rp4,19 triliun menjadi Rp4,56 triliun. Ini didorong pertumbuhan kredit tinggi serta perbaikan kualitas kredit. Di sisi lain, biaya bunga naik 4,94% (yoy) menjadi Rp2,52 triliun.

Dengan capaian tersebut, pendapatan bunga bersih BBTN tumbuh 13,84% (yoy), dari Rp1,79 triliun menjadi Rp2,04 triliun. Sedangkan pendapatan operasional naik 36,79% berkat pendapatan komisi, provisi, dan administrasi yang tumbuh 27,38%.

Untuk pendapatan bunga Bank BTN, lanjut Maryono, ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik 18,71% (yoy) menjadi Rp169,69 triliun. Posisi pertumbuhan ini berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat per Februari 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh 8,4% (yoy).

Kenaikan pertumbuhan kredit ini didorong kredit perumahan yang mendominasi portofolio pinjaman perseroan atau sebesar 90,35%.

Kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi, sebut Maryono, menjadi penyokong terbesar pertumbuhan kredit perumahan Bank BTN. KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik 29,62% (yoy). Kredit konstruksi tumbuh 18,44%. Selanjutnya kredit komersial naik 20,57%.

Menurut Maryono, pertumbuhan KPR Subsidi tersebut menjadi bukti komitmen perseroan mendukung Program Sejuta Rumah. "Per kuartal I-2017, Bank BTN mencatatkan kontribusi sejumlah 271.679 unit rumah dengan nilai Rp27,44 triliun," jelasnya.

Maryono memaparkan, dari sisi demand, perseroan menyalurkan 44.442 unit KPR baik subsidi maupun non subsidi. Dengan nilai total Rp7,24 triliun. Dari sisi supply, nilai total proyek yang dibiayai Bank BTN sebanyak 227.237 unit, atau setara Rp20,21 triliun.

"Hasilnya, kami juga dapat terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,21%," ujar Maryono.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut juga turut mengerek kenaikan total aset BBTN sebesar 20,12% (yoy) menjadi Rp214,31 triliun. Di mana, perbaikan kualitas kredit pun ditunjukkan dengan perbaikan rasio non-performing loan (NPL) gross BBTN per 31 Maret 2017 sebesar 3,34%, atau menurun 3,59% dibanding periode di 2016.

Di sisi lain, Dana Pihak ketiga (DPK) menanjak ke level 20,02% (yoy) menjadi Rp157,42 triliun. Sedangkan, bank sentral mencatat DPK secara industri, rata-rata hanya tumbuh 8,9% (yoy) per Februari 2017.

Pertumbuhan giro, lanjut Maryono, menjadi pendorong terbesar peningkatan dana Bank BTN dengan kenaikan sebesar 29,36% yoy. Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59% dan 5,85% yoy.

"Kenaikan giro dan tabungan BBTN juga membuat dana murah (current account and savings account/CASA) perseroan naik 18,22% yoy dari Rp61,3 triliun pada Maret 2016 menjadi Rp72,47 triliun di bulan yang sama tahun ini," ujarnya.

Posisi tersebut membuat porsi CASA menempati 46,04% terhadap total DPK BBTN pada kuartal I/2017. Rasio keuangan Bank BTN juga menunjukkan pembaikan. Capital Adequacy ratio (CAR) BBTN naik dari 16,5% menjadi 18,9% pada kuartal I/2017. Loan to deposit ratio (LDR) Bank BTN pun membaik dari 108,98% menjadi 107,79% di kuartal I/2017. Adapun, net interest margin (NIM) BBTN per kuartal I/2017 berada di level 4,32%. [ipe]

Komentar

 
x