Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 April 2017 | 15:19 WIB

Inilah Hasil RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk

Oleh : Monica Wareza | Selasa, 11 April 2017 | 16:45 WIB
Inilah Hasil RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membagikan dividen sebesar 45% atau senilai Rp900 miliar dari total laba bersih 2016.

Pembagian dividen Rp469 per lembar saham akan dibayarkan pada 12 Mei 2017. Dari total dividen yang akan dibayarkan, dividen interim sebesar Rp99 per lembar saham, yang sudah dibayarkan pada 17 Oktober 2016 lalu. Sisanya sebanyak Rp370 akan dibagikan pada tanggal yang telah ditetapkan.

Dari total laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun 2016 sebesar Rp2,01 trliun. Perseroan menyisihkan sebesar Rp35 miliar sebagai dana cadangan wajib. Sedangkan sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan hari ini, Selasa (11/4/2017) juga melakukan pergantian Direksi dan Komisaris. Widya Wiryawan, Presiden Direktur yang sudah memimpin AALI selama sembilan tahun digantikan oleh Santosa yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur.

Di tahun ini, AALI menargetkan belanja modal sebesar Rp290 miliar - Rp300 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk proyek pabrik pencampur pupuk (Fertilizer Blending Plant) yang menghasilkan sebanyak 100 ribu ton per tahun sebesar Rp90 miliar - Rp100 miliar. Sisanya sebesar Rp200 milar akan digunakan untuk pembangunan pabrik penyulingan Palm Kernel Oil yang berkapasitas 400 ton per hari.

Sedangkan untuk strategi kerja di tahun ini, Widya mengatakan perseroan akan melanjutkan intensifikasi kebun, pabrik dan administrasi sehingga produktivitas nantinya akan meningkat. Perseroan akan mengembangkan diversifikasi perkebunan dengan mengembangkan anakan sapi di perkebunan sawit.

"Kita juga akan meneruskan replanting perkebunan seluas . hektar dan masih akan terus berlanjut sampai 10 tahun ke depan. Kita juga akan meneruskan pengembangan industri hilir baru peningkatan penelitian untuk meningkatkan daya saing," tambahnya. [hid]

x