Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 Juli 2017 | 21:42 WIB

Wall Street Bergerak Terbatas Tanpa Penopang

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 21 Maret 2017 | 06:27 WIB
Wall Street Bergerak Terbatas Tanpa Penopang
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Indesk saham AS di Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (20/3/2017). Investor enggan menambah investasinya tanpa data ekonomi dan laporan laba perusahaan.

Pada awal perdagangan, indeks Nasdaq bergerak ke level tertinggi sepanjang masa. Tetapi menyisakan beberapa poin saja sebelelum penutupan. Indeks S&P 500 turun 0,2 persen. Penurunan terseret aksi jual di sektor keuangan. Sementara saham sektor energi melemah tipis setelah harga minyak mentah pulih lagi setelah penurunan tajam.

Indeks Dow Jones berkurang 0,1 persen ke 20.905,86 dengan dua pertiga perusahaan blue chip berakhir di wilayah positif. Saham Caterlippar Inc naik 2,6 persen, saham Nike Inc naik 2,7 persen. Saham Home Depont Inc turun 1,2 persen. Saham Visa Inc turun 1,1 persen.

Sementara indeks Nasdaq naik tipis 0,01 persen di awal perdagangan. Namun berakhir tanpa perubahan di akhir perdagangan. "Pada tahap ini, bergerak lebih rendah pada indks S&P 500 akan masuk akal dan mungkin itulah yang kita lihat setelah kenaikan di bulan Februari," kata Michael Antonelli dari Robert W Baird & CO.

Reaksi pasar terhadap komentar dari Charles Evaris dan Presiden Fed Chicago tidak terlalu terlihat. Dalam sebuah wawancara, Evans mengatakan ia akan mendukung tiga kenaikan suku bunga secara total tahun ini, jika perbaikan ekonomi terus berlanjut. Empat kenaikan jika inflasi berakselerasi di atas target 2 persen bank sentral AS tersebut, seperti mengutip marketwatch.com.

Pernyataanya muncul setelah suku bunga acuan Fed naik untuk pertama kalinya tahun ini pada hari Rabu pekan lalu. Beberapa analis menyarankan investor menunggu di tengah ketidakpastian politik tentang kebijakan baru.

Minyak mentah masih tertekan setelah analis menyalahkan penurunan di tengah kekhawatiran pertumbuhan global setelah G-20 tanpa membahas anti proteksionisme dalam komunike bersama.

 
x