Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Juni 2017 | 20:50 WIB

Wall Street Berpotensi Lebih Rendah

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 20 Maret 2017 | 20:36 WIB
Wall Street Berpotensi Lebih Rendah
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Bursa saham AS di Wall Street berpotensi lebih rendah pada perdagangan Senin (20/3/2017). Investor mencermati pernyataan beberapa pejabat Fed dan tanggapan soal perdagangan global.

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di G-20 gagal menyepakati komunike bersama yang mendukung perdagnagan bebas dan terbuka. Mereka mengabaikan potensi risiko kebijakan proteksionisme Presiden AS, Donald Trump.

Pada awal pekan ini investor mencermati pidato dari pejabat Fed. Diantaranya Presiden Fed Chicago, Charles Evans.Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker akan berbicara tentang kebijakan moneter ke depan. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkasi mengungkapkan pada pekan lalu menentang kenaikan suku bunga. Dia ingin melihat inflasi AS tinggi terlebih dahulu, seperti mengutip cnbc.com.

Di Eropa, Indeks Stoxx 600 lebih rendah 0,1 persen. Indeks di Asia, Shanghai Composite berakhir naik 0,4 persen. Indeks Nikkei berakhir 0,3 persen lebih rendah.

Dari pasar minyak, untuk jenis Brent turun 1,4 persen ke US$51,02 per barel. Minyak mentah AS turun 1,8 persen ke US$47,87 per barel. Pelemahan merespon kenaikan kegiatan pengeboran AS dan produksi minyak mentah OPEC yang stabil meskipun mereka menyepakati untuk mengurangi produksi minyak sejak 1 Januari 2017.

INILAHCOM, New York - Bursa saham AS di Wall Street berpotensi lebih rendah pada perdagangan Senin (20/3/2017). Investor mencermati pernyataan beberapa pejabat Fed dan tanggapan soal perdagangan global.

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di G-20 gagal menyepakati komunike bersama yang mendukung perdagnagan bebas dan terbuka. Mereka mengabaikan potensi risiko kebijakan proteksionisme Presiden AS, Donald Trump.

Pada awal pekan ini investor mencermati pidato dari pejabat Fed. Diantaranya Presiden Fed Chicago, Charles Evans.Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker akan berbicara tentang kebijakan moneter ke depan. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkasi mengungkapkan pada pekan lalu menentang kenaikan suku bunga. Dia ingin melihat inflasi AS tinggi terlebih dahulu.

Di Eropa, Indeks Stoxx 600 lebih rendah 0,1 persen. Indeks di Asia, Shanghai Composite berakhir naik 0,4 persen. Indeks Nikkei berakhir 0,3 persen lebih rendah.

Dari pasar minyak, untuk jenis Brent turun 1,4 persen ke US$51,02 per barel. Minyak mentah AS turun 1,8 persen ke US$47,87 per barel. Pelemahan merespon kenaikan kegiatan pengeboran AS dan produksi minyak mentah OPEC yang stabil meskipun mereka menyepakati untuk mengurangi produksi minyak sejak 1 Januari 2017.

Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Jumat (17/3/2017) setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian. Investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi serta laporan laba perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 19,93 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 20.914,62 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 mengalami penurunan 3,13 poin atau 0,13 persen berakhir di 2.378,25 poin. Indeks komposit Nasdaq naik tipis 0,24 poin atau kurang dari 0,01 persen menjadi 5.901,00 poin.

 
x