Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 12:49 WIB

INTP: Konsumsi Semen Nasional akan Naik 5% di 2017

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 20 Maret 2017 | 10:05 WIB
INTP: Konsumsi Semen Nasional akan Naik 5% di 2017
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) mengungkapkan pada tahun 2017 ini konsumsi semen nasional berpotensi lebih baik dengan lebih tinggi 3-5 persen dibandingkan tahun 2016.

Konsumsi tersebut seiring dengan banyaknya proyek pemerintah dan beberapa proyek komersial serta perumahan setelah ada program tax amnesty. Belum lagi dengan tren turunnya bunga KPR, kelonggaran pada ketentuan rasio LTV. Faktor lain dengan adanya pemberian hipotik kedua untuk kepemilikan properti off-plan.

Selain itu perseroan menilai fator lain tentang pengurangan pajak perpindahan kepemilikan, kejelasan dalam kepemilikan properti orang asing serta kemudahan peraturan. Faktor ini akan meningkatkan permintaan semen di tahun ini. Demikian mengutip prospektus perseroan akhir pekan lalu.

Permintaan semen dari luar Jawa juga perlu diantisipasi untuk jenis semen curah dan semen beton siap pakai. Walaupun masih didominasi permintaan dari Jawa dengan cepatnya perkembangan proyek infrastruktur pemerintah di 2017.

Namun potensi kelebihan pasokan di tahun ini sekitar 37 juta ton dan kelebihan 27 juta ton di tahun lalu akan mengubah kondisi pasar industri semen. "Kami memperkirakan kompetisi yang ketat di antara 19 merek semen dari 15 pelaku usaha akan terus terjadi." Kompetisi ini kian ketat dari sebelumnya yang hanya diramaikan 9 merek dari 9 pelaku usaha.

Sementara dengan lonjakan harga batu bara saat ini akan membatasi penurunan harga semen. Harga semen cenderung akan mengalami konsolidari.

Adanya pembatasan impor klinker dari Kemendag pada 14 Desember 2016 berpotensi menciptakan penjualan klinker dan semen di pasar domestik kepada pabrik semen atau penggilingan semen.

Perseroan pada tahun 2016 mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp3,8 triliun dari Rp4,3 triliun pada periode yang sama tahun 2015. Pada periode ini, emiten semen mencatat penurunan pendapatan menjadi Rp15,3 triliun dari Rp17,7 triliun. Untuk beban pokok pendapatan menjadi Rp9,03 triliun dari Rp9,8 triliun.

 
x