Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 Maret 2017 | 04:51 WIB
Hide Ads

Kinerja Sehat Prodia, Laba Bersih 2016 Naik 49,3%

Oleh : - | Sabtu, 18 Maret 2017 | 16:48 WIB
Kinerja Sehat Prodia, Laba Bersih 2016 Naik 49,3%
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2016, PT Prodia Widyahusada Tbk berhasil membukukan laba bersih Rp88,13 miliar. Artinya, ada kenaikan 49,3% ketimbang 2015.

"Tahun 2016 dapat kami lalui dengan kinerja baik, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif, termasuk berhasilnya Prodia mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terwujud berkat dukungan dari tim dan seluruh pemangku kepentingan di Prodia," kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty dalam rilis kepada media di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Dewi menambahkan, 2016 merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di Desember 2016.

Pada 2016, pendapatan perseroan meningkat 13,4% menjadi Rp1,358 triliun dibandingkan 2015. EBITDA perseroan juga naik 19,3%, dan EBITDA margin naik 15,4%. "Kinerja positif ini ditopang dengan bertambahnya jejaring layanan yang telah menyebar di 31 provinsi di Indonesia," paparnya.

Dewi mengatakan, Prodia akan terus memperluas jejaring layanan dengan menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing. Hingga akhir 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 gerai Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik (termasuk empat di antaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), satu PHC stand alone, dua klinik khusus, sembilan laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 provinsi dan 106 kota di Indonesia.

Menurutnya, pasar kesehatan di Indonesia, masih terbuka luas. Frost and Sullivan memperkirakan, pasar tes laboratorium swasta di Indonesia berada di kisaran US$615 juta pada 2015, naik menjadi US$817 juta pada 2017. Ada pertumbuhan dengan CAGR sebesar 15,2%.

"Pertumbuhan pasar laboratorium swasta ini akan menjadi salah satu pertumbuhan yang tercepat pada industri kesehatan di Indonesia," katanya.

Sejalan dengan rencana IPO, lanjut dia, dalam rencana ekspansi lima tahun mendatang perseroan akan menambah dua laboratorium rujukan berskala regional di Sumatera dan Jawa, 33 laboratorium klinik dan 12 Klinik khusus yang baru. Selain itu juga penambahan 20 POC Service dan lima laboratorium Rumah Sakit per tahun.

Dalam lima tahun mendatang, Dewi Muliaty menambahkan bahwa Prodia menargetkan tetap menjadi pemimpin di laboratorium swasta dan menjadi referensi laboratorium di seluruh Indonesia dengan konsep pelayanan wellness healthcare yang berbasis pengelolaan kesehatan individu (personalized medicine) bagi pelanggan umum di klinik PHC dan klinik khusus Prodia Children Health Centre (PCHC), Prodia Women's Health Centre (PWHC), dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). [tar]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x