Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 06:26 WIB

OJK: Duit Besar Infrastruktur dari Pasar Modal

Oleh : - | Sabtu, 18 Maret 2017 | 16:10 WIB
OJK: Duit Besar Infrastruktur dari Pasar Modal
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Geliat pasar modal diharapkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana, pemerintah perlu dana besar untuk melaksanakan program pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

"Pemerintah sedang membangun infrastruktur, kebutuhan dana dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 membutuhkan dana yang luar biasa besar hampir Rp5.000 triliun, pasar modal bisa untuk involved," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Nurhaida bilang, pembiayaan dari pasar modal merupakan bentuk pembiayaan jangka panjang. Sehingga sangat cocok sebagai pembiayaan pembangunan infrastruktur. Mau tak mau, perlu pendalaman di pasar modal agar bisa lebih likuid.

Saat ini, kata calon petahana yang masih bertahan ini, OJK bersama pemangku kepentingan di industri pasar modal Indonesia, akan terus mengupayakan penambahan jumlah investor agar industri bertambah likuid dengan membangun kepercayaan investor.

"Suatu market akan berkembang kalau ada kepercayaan dan jumlah peserta banyak. Kita perlu meningkatkan jumlah investor secara masif. Dalam dua tahun terakhir ini, jumlah investor mencapai sekitar satu juta investor, merupakan pencapaian luar biasa. Namun di negara lain sekitar 20-30 persen seperti Malaysia dan Singapura," katanya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah investor di pasar modal domestik baru mencapai 0,39% dari jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 258 juta. Maka itu, OJK bersama stakeholder lainnya akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan literasi pengetahuan masyarakat tentang pasar modal.

Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan bilang, dengan basis investor yang kuat, terutama investor ritel, maka pasar modal domestik dapat memobilisasi dana masyarakat, sehingga turut menunjang pembangunan ekonomi nasional.

"Kami akan terus berupaya untuk memperluas basis investor, khususnya investor ritel, dan meningkatkan literasi pasar modal di masyarakat," katanya. [tar]

Komentar

 
x