Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 Maret 2017 | 04:53 WIB
Hide Ads

Mampu Tekan NPL, Direksi BBTN Layak Diapresiasi

Oleh : - | Jumat, 17 Maret 2017 | 15:50 WIB
Mampu Tekan NPL, Direksi BBTN Layak Diapresiasi
PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2016, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) menorehkan kinerja mumpuni. Salah satunya, berhasil menggerus kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL).

Kata pengamat perbankan A Deni Daruri, NPL Bank BTN selama 2016 bisa ditekan hingga 2,8%. Masih di bawah ambang batas NPL sebesar 3%. Bandingkan dengan NPL 2015 yang mencapai 3,4%. Sedangkan NPL 2014 sebesar 4,01%, 2013 sebesar 4,05% dan 2012 4,09%.
"Jelas ini prestasi direksi. Kita tidak bisa tutup mata atas capaian tersebut," papar Deni melalui rilis kepada media di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

"Perlu etos kerja yang sangat tinggi terutama dalam menekan NPL. Sementara banyak bank NPL-nya naik, BTN malah turun. Ini patut diapresiasi," lanjut Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) itu.

Masih kata Deni, keberhasilan manajemen bank berkode emiten BBTN ini, mengerem laju NPL, layak diapresiasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun domestik, masih ada bank yang berhasil mengendalikan NPL.

Capaian itu, lanjutnya, menunjukkan Bank BTN lebih efisien, namun tetap produktif. Fungsi penyaluran kredit (intermediasi) bisa dijalankan Bank BTN dengan baik. "Kita harus berikan award untuk manajemen atas usaha yang telah dilakukan selama ini," jelasnya.

Ya, Deni benar. Pada 2016, penyaluran kredit Bank BTN naik 18,34% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp138,95 triliun (Desember 2015) menjadi Rp164,44 triliun (Desember 2016). Pertumbuhan kredit Bank BTN jelas-jelas di atas rata-rata industri perbankan.

Terkait potret Bank BTN, kredit menempati 89,97% porsi pinjaman, atau naik 18,43% (yoy). Angka kenaikan dari Rp124,92 triliun di akhir 2015 menjadi Rp147,94 triliun di periode sama tahun lalu.

Kemudian, pertumbuhan terbesar di segmen ini berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang naik 30,57% yoy dari Rp43,52 triliun pada akhir Desember 2015 menjadi Rp56,83 triliun di Desember 2016.

Kata Deni, mengelola NPL bagi bank yang fokus di pembiayaan perumahan, bukanlah perkara mudah. Perlu orang yang tepat dalam mengelola NPL yang tadinya tinggi menjadi turun. "Saya kira, kinerja direksi Bank BTN sudah bagus. Kalau ada yang meragukan, biasalah. Pohon makin tinggi, makin besar pula anginnya," pungkas Deni. [tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x