Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 13:11 WIB

Wadirut BNI Suprajarto Didaulat Jadi Dirut BRI

Oleh : - | Rabu, 15 Maret 2017 | 18:07 WIB
Wadirut BNI Suprajarto Didaulat Jadi Dirut BRI
Wakil Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) Suprajarto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Para pemegang saham PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) sepakat mengangkat Wakil Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) Suprajarto sebagai Direktur Utama BRI, menggantikan Asmawi Syam yang habis masa jabatannya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BRI di Jakarta, Rabu (15/3/2017) petang, para pemegang saham juga mengangkat Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago sebagai Komisaris Utama BRI menggantikan Mustafa Abubakar, dan Komisaris baru lainnya yakni Nicolaus Teguh Budi Harjanto.

"Dua komisaris yang baru masuk yakni Andrinof Chaniago dan Nicolaus Teguh Budi Harjanto," kata Asmawi Syam.

Kemudian, di jajaran Direksi, para pemegang saham juga sepakat mengganti Direktur Operasional BRI Zulhefli Abidin dengan Direktur PT. Telkom Tbk Indra Utoyo.

Adapun Suprajarto bukan orang baru di bank spesialis kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut. Sebelum berpindah untuk mendampingi Ahmad Baiquni di BNI, Suprajarto merupakan Direktur Layanan dan Jaringan BRI periode 2007-2015.

Suprajarto menamatkan pendidikan Strata 1 hingga Strata 3 di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Sebelumnya, beredar nama-nama yang menjadi kandidat Dirut BRI, antara lain Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Djarot Kusumayakti, Wakil Direktur Utama BRI Sunarso, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto, dan Direktur BRI Randi Anto.

BRI mencatat pertumbuhan aset 28 persen, dari Rp778 triliun per akhir 2014 menjadi 1.003,6 triliun per akhir 2016 saat dinahkodai Asmawi. Namun, laba BRI dalam dua tahun terakhir tumbuh satu digit, terakhir per 2016 tumbuh 2,4 persen (yoy) menjadi Rp25,8 triliun. [tar]

 
x