Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 12:46 WIB

Kinerja 2016

2016, Tahun Terberat Bagi PT Vale Indonesia

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 5 Maret 2017 | 06:16 WIB
2016, Tahun Terberat Bagi PT Vale Indonesia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun 2016 harga nikel dalam posisi yang rendah sepanjang sejarah, harga nikel turun hingga AS$7.700 per ton di bulan Februari 2016.

Dampaknya perseroan mengalami penurunan laba bersih sangat drastis hingga 96 persen menjadi US$1,9 juta per 31 Desember 2016 dari US$50,5 juta per 31 Desember 2015.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (3/3/2017) kemarin. Perseroan langsung mengendalikan biaya dan meningkatkan produktivitas.

Hasilnya perseroan bisa menurunkan biaya produksi per unit untuk mempertahankan arus kas yang kuat. "Kami menjadi perusahaan pertama yang menandatangani amandemen Kontrak Karya. Kami juga mencapai rekor produksi tertinggi dan menyelesaikan proyek-proyek penghematan biaya," demikian laporan tersebut.

Harga nikel mencapai yang terendah dalam 13 tahun terakhir. Namun biaya produksi INCO juga turun berkat efisiensi operasi dan terutama konversi HSFO ke batu bara serta turunnya harga minyak dunia.

Pada tahun 2016 tercatat lebih dari 50% produsen nikel mengalami arus kas negatif, PT Vale berhasil mempertahankan arus kas positif melalui beberapa inisitiaf penurunan biaya. Untuk kas dan setara kas menjadi US$185,560 juta dari US$194,754 juta

Perseroan berhasil mencapai penurunan 14% pada biaya produksi per unit dan optimalisasi belanja modal. Untuk biaya produksi menjadi US$550,01 juta dari Rp671,38 juta.

Produksi Nikel dalam Matte sebesar 77.581 ton dari 81.177 ton tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan/unit pengiriman sebesar 6.964 US$/metrik ton dari US$9.526 juta tahun sebelumnya.

Sementara laba bruto menjadi 34,125 juta dari US$118,35 juta. Untuk laba sebelum pajak sebesar US$5,16 juta dari US$69,82 juta. Beban pajak penghasilan menjadi US$3,25 juta dari US$19,32 juta. Dengan demikian laba bersih menjadi US$1,9 juta dari US$50,5 juta.

Untuk total aset menjadi US$2,22 miliar dari US$2,28 miliar per 31 Desember 2015. Sedangkan total utang menjadi US$390,9 juta dari US$455,2 juta.

 
x