Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 11:51 WIB

Sekuritas Ini Kenalkan Jual-Beli Saham Otomatis

Oleh : - | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:09 WIB
Sekuritas Ini Kenalkan Jual-Beli Saham Otomatis
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Maybank Kim Eng Securities (MKES) memperkenalkan platform online trading yang memungkinkan nasabah untuk mengirim perintah jual dan beli secara otomatis sesuai dengan kriteria diinginkan.

"Dengan fitur baru itu nasabah dapat menghemat waktu dalam melakukan transaksi saham," ujar Regional Head of Retail Management Channel Maybank Kim Eng Securities, CK Lim di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Fitur baru itu, lanjut dia, dinamai KE Trade PRO mobile, fitur itu akan memberikan pandangan holistis mengenai pasar. Fitur itu melengkapi kegunaan aplikasi trading dengan menyediakan akses atas pandangan profesional terhadap pasar, ide trading, data dan laporan real-time dari pasar Indonesia.

"Diharapkan dapat memudahkan nasabah yang tidak dapat memantau pasar setiap saat. Fitur baru itu merupakan komitmen kami memberikan solusi berinvestasi di pasar modal," katanya.

Selain itu, CK Lim juga mengatakan bahwa pihaknya merilis program baru Equity Saving Plan yang didesain mendukung kampanye "Yuk Nabung Saham" dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Maybank Kim Eng Securities terus mencari cara membuat investasi lebih dekat dengan para nasabah. Kami ingin masyarakat tahu bahwa terdapat pilihan saham pasar modal yang memiliki risiko kevil," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan bahwa program Equity Saving Plan itu memberikan para investor sebuah solusi dalam menabung pendapatan masyarakat secara disiplin.

"Ini merupakan cara berinvestasi di pasar modal Indonesia yang relatif mudah dan nyaman, terlepas dari faktor umur, pendapatan, ataupun pengalaman," katanya.

Tahun ini, lanjut dia, BEI fokus mendorong agar para investor yang tercatat di pasar modal aktif melakukan perdagangan. Hal itu demi mendorong rata-rata nilai transaksi harian meningkat.

"Saat ini dari 535 ribu jumlah investor yang tercatat hanya sekira 180 ribu yang aktif melakukan transaksi saham. Berarti hanya hanya sepertiganya yang bertransaksi, dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp7,5 triliun," paparnya. [tar]

 
Embed Widget

x