Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:31 WIB

PT Intraco Penta Masih Merugi Rp116,5 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 14 Desember 2016 | 18:12 WIB
PT Intraco Penta Masih Merugi Rp116,5 M
PT Intraco Penta Tbk (INTA) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Intraco Penta Tbk (INTA) masih mencatatkan kerugian per 30 September 2016 menjadi Rp116,5 miliar dari rugi sebesar Rp245,5 miliar pada periode yang sama tahun 2015.

Untuk pendapatan usaha pada periode ini menjadi Rp1,03 triliun dari Rp1,04 triliun. Pendapatan itu berasal dari penjualan menjadi Rp698,1 miliar dari Rp596,9 miliar. Pendapatan jasa menjadi Rp184,5 miliar dari Rp192,6 miliar.

Untuk pendapatan pembiayaan menjadi Rp101,4 miliar dari Rp200,07 miliar. Untuk pendapatan manufaktur menjadi Rp41,9 miliar dari Rp4,4 miliar. Pendapatan lain-lain menjadi Rp7,9 miliar dari Rp46,1 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (14/12/2016).

Sementara beban pokok pendapatan menjadi Rp865,1 miliar dari Rp760,4 miliar. Laba kotor menjadi Rpq68,8 miliar dari Rp279,9 miliar.

Beban keuangan menjadi Rp77,9 miliar dari Rp65,8 miliar. Bagi hasil menjadi Rp18,1 miliar dari Rp21,7 miliar. Pendapatan bunga dan denda menjadi Rp30,2 miliar dari Rp52,9 miliar. Rugi lain-lain menjadi Rp142,1 miliar dari Rp98,4 miliar.

Dengan demikian rugi sebelum pajak menjadi Rp116,5 milair dari Rp245,4 miliar. Sedangkan beban pajak menjadi Rp64,6 miliar dari Rp7,1 miliar.

Untuk total aset menjadi Rp5,1 triliun dari Rp5,8 triliun per 31 Desember 2015. Sementara total liabilitas menjadi Rp4,5 triliun dari Rp5,1 miliar per 31 Desember 2015.

Pemegang saham perseroan di atas 5 persen antara lain PT Shalumindo Investama selaku pengendali sebesar 14,73%, PT Spallindo Adilong pengendali sebesar 12,05%, Pristine Resources International Pte. Ltd., Singapura sebesar 15,10%, Westwood Finance Inc., Republic of Seychelles sebesar 12,19% dan HPAM Ultima Ekuitas 1 sebesar 5,18%.

Saat ini, Intraco dan anak usahanya menjalankan usaha distribusi alat berat baik yang baru maupun yang bekas, pembiayaan, penyewaan ala berat, manufaktur, engineering hingga kontraktor tambang.

Hari ini saham INTA berakhir di Rp350 per saham. Untuk harga tertinggi dalam setahun terakhir di Rp358 per saham pada penutupan 8 Desember 2016. Untuk harga terendah di Rp208 per saham pada penutupan 13 September 2016.

Komentar

 
x