Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 15:51 WIB

Tahun Ini, Bisnis CP Prima Tak Bongkok Lagi

Oleh : - | Jumat, 24 Juni 2011 | 16:17 WIB
Tahun Ini, Bisnis CP Prima Tak Bongkok Lagi
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun lalu, industri pakan ikan serta produk olahan seafood PT Central Proteina Prima (CP Prima) Tbk, pendapatannya melorot. Tahun ini bagaimana?

Direktur Utama CP Prima, Irwan Tirtariyadi mengakui terjadi penjualan sebesar 5,1% di 2015. Sedeangkan untuk penjualan produk udang turunya lebih dalam lagi yakni 15,1%.

Kata Irwan, ada tiga faktor yang memicu masa paceklik bagi CP Prima di 2015. "Pertama soal fluktuasi nilai tukar dolar AS. Kedua, harga sejumlah komoditas dunia turun berdampak kepada turunnya harga udang dan produk seafood olahan. Ketiga El Nino yang menurunkan pendapatan sampai 5 persen," papar Irwan usai RUPST/LB di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Ya, penurunan penjualan industri budidaya perikanan terintegrasi di 2015, sangat masuk akal. Lantaran, industri yang memproduksi udang serta produk seafood olahan ini, sangat tergantung kepada ekspor. "Ekspor kami didominasi Amerika Serikat sebesar 43 persen, Eropa 37 persen dan Jepang 15 persen. Untuk dalam negeri, masih sangat kecil," papar Irwan.

Saat perekonomian di tiga negara tujuan ekspor itu mengalami pelemahan, lanjut Irwan, maka resikonya adalah penurunan pendapatan. Hanya saja, penurunan penjualan yang terjadi tidaklah signifikan. "Karena, baik udang maupun seafood olahan sudah menjadi kebutuhan masyarakat di sana. Hanya saja memang ada pergeseran. Misalnya, orang Jepang beralih ke udang berukuran kecil yang lebih murah. Atau memilih masak sendiri agar ngirit," paparnya.

Lalu bagaimana dengan tahun ini? Irwan justru lebih optimis menatap perbaikan di tahun ini. Lantaran terjadi kenaikan penjualan di kuartal I-2016 sebesar 2,6% dibanding periode sama di 2015. "Kuartal pertama 2016, laba usaha nail 36 persen terhadap periode sama di 2015. Hal ini dipicu stabilnya nilai tukar dolar AS," ungkapnya.

Selanjutnya, Irwan mengaku optimis bahwa penjualan korporasi bisa menembus Rp 9,6 triliun sampai tutup 2016. "Soal La Nina di tahun ini, dampaknya tidak akan sebesar El Nino 2015. Yang jelas kami optimis tahun ini membaik," pungkasnya. [ipe]

 
x