Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 06:28 WIB
 

Strong Versus Weak Opportunities

Oleh : Brandon Wendell | Senin, 2 Mei 2016 | 05:00 WIB
Strong Versus Weak Opportunities
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta--Kami mengajarkan murid kami di mana area yang tepat untuk membeli dan menjual berdasarkan grafik harga. Area tersebut, seperti yang Anda ketahui, adalah level harga permintaan dan penawaran.

Namun, ada kebingungan di antara para trader bagaimana sesungguhnya mengidentifikasi level harga terbaik untuk masuk dan keluar dari trading.

Ingat, kita ingin membeli pada level harga permintaan yang kuat di mana penawaran sangat sedikit dan harga cenderung akan bergerak naik. Kita ingin menjual pada level penawaran di mana stok penawaran melebihi jumlah permintaan yang ada. Harga akan berhenti dan berputar baik ketika tren yang ada tidak lagi memiliki dorongan itu sendiri dan sebaliknya arus tekanan dari arah berlawanan muncul lebih kuat.

Kita harus berfokus pada seberapa kuat tekanan yang datang dari arah berlawanan. Sebagai contoh, kita membeli di harga permintaan karena di masa lalu ada perputaran pergerakan harga di area harga tersebut. Ini adalah level di mana harga tidak sanggup bergerak turun lebih jauh dan sebaliknya malah berputar untuk naik. Hal ini terjadi karena penjual sudah kehabisan stok penawaran di pasar.

Akhirnya harga akan menjadi sangat murah yang mana para pembeli akan terjun ke pasar untuk membeli di level harga tersebut dan mendorong harga untuk naik. Ketika permintaan dari pembeli ini melebihi jumlah penawaran dari jumlah penjual yang ada, harga akan bergerak naik. Kita berfokus pada area tersebut sebagai area harga permintaan di mana kita akan membeli lagi di masa yang akan datang ketika harga turun menyentuh area tersebut.