Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Agustus 2017 | 15:47 WIB

Strong Versus Weak Opportunities

Oleh : Brandon Wendell | Senin, 2 Mei 2016 | 05:00 WIB
Strong Versus Weak Opportunities
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Kami mengajarkan murid kami di mana area yang tepat untuk membeli dan menjual berdasarkan grafik harga. Area tersebut, seperti yang Anda ketahui, adalah level harga permintaan dan penawaran.

Namun, ada kebingungan di antara para trader bagaimana sesungguhnya mengidentifikasi level harga terbaik untuk masuk dan keluar dari trading.

Ingat, kita ingin membeli pada level harga permintaan yang kuat di mana penawaran sangat sedikit dan harga cenderung akan bergerak naik. Kita ingin menjual pada level penawaran di mana stok penawaran melebihi jumlah permintaan yang ada. Harga akan berhenti dan berputar baik ketika tren yang ada tidak lagi memiliki dorongan itu sendiri dan sebaliknya arus tekanan dari arah berlawanan muncul lebih kuat.

Kita harus berfokus pada seberapa kuat tekanan yang datang dari arah berlawanan. Sebagai contoh, kita membeli di harga permintaan karena di masa lalu ada perputaran pergerakan harga di area harga tersebut. Ini adalah level di mana harga tidak sanggup bergerak turun lebih jauh dan sebaliknya malah berputar untuk naik. Hal ini terjadi karena penjual sudah kehabisan stok penawaran di pasar.

Akhirnya harga akan menjadi sangat murah yang mana para pembeli akan terjun ke pasar untuk membeli di level harga tersebut dan mendorong harga untuk naik. Ketika permintaan dari pembeli ini melebihi jumlah penawaran dari jumlah penjual yang ada, harga akan bergerak naik. Kita berfokus pada area tersebut sebagai area harga permintaan di mana kita akan membeli lagi di masa yang akan datang ketika harga turun menyentuh area tersebut.

Ketika kita membeli, kita ingin membeli di level harga permintaan terkuat dalam mencapai keberhasilan trading (profit maksimal). Kebanyakan trader berpikir kurang tepat bahwa semua perputaran arah harga dianggap sebagai level yang kuat untuk membeli atau menjual. Kita harus lebih selekfif dalam trading. Kita ingin menemukan level harga terkuat sebagai peluang trading terbaik. Level harga tersebut dengan sendirinya akan teridentifikasi dengan baik bahwa harga tersebut bergerak meninggalkan level harga yang kuat.Akhir Bagian 1

Pikirkan sebuah gelas yang terisi dengan air. Apabila Anda memegang segelas air yang terisi air hangat, Anda dapat memegangnya selama mungkin yang Anda inginkan. Namun, apabila Anda memegang segelas air panas, Anda akan sesegera mungkin untuk melepaskannya secepatnya. Level harga yang kuat bekerja seperti itu.

Jika harga memasuki area kuat tersebut dan bergerak lamban meninggalkan area tersebut, berarti di sana tidak ada tekanan pembelian yang kuat dan itu berarti area permintaan yang lemah. Namun, apabila harga mendatangi area permintaan misalkan dan secara cepat berputar arah meninggalkan area tersebut, menunjukkan di sana ada tekanan pembelian yang kuat dan Anda menginginkan area tersebut sebagai area untuk membeli di masa yang akan datang.

Level harga penawaran juga menunjukkan cara kerja yang sama dengan tekanan menjual mendominasi terhadap para pembeli. Jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut pada bagaimana cara mengidentifikasi dan trading pada level ini, kunjungi sekolah kami Online Trading Academy terdekat di kota Anda dan ikutilah kelas trading profesional kami. Sampai jumpa lagi, trade safe and trade well.

Brandon Wendell bwendell@tradingacademy.com

Anda berminat mengikuti pelatihan berinvestasi saham di pasar modal secara gratis? Online Trading Academy siap membantu. Silahkan emailke belajarsaham@inilah.com.

 
x