Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Juli 2016 | 18:33 WIB
Hide Ads

Menanti Data AS, Rupiah Stagnan

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 6 Desember 2013 | 17:42 WIB
Menanti Data AS, Rupiah Stagnan
(Foto : inilah.com/Wirasatria)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (6/11/2013) ditutup stagnan di 11.950/11.975.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah cenderung konsolidasi jelang publikasi data tenaga kerja AS nanti malam. Meskipun, data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS semalam cukup bagus.

Tapi, dia menggarisbawahi, pasar lebih fokus pada data pasar tenaga kerja AS yang merupakan salah satu kunci kapan The Fed akan memutuskan pengurangan pemberian stimulus moneternya. "Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 12.000 dengan level terkuat 11.929 dari posisi pembukaan di level terlemahnya itu terhadap dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Non Farm Payroll AS sudah diprediksi bertambah sebanyak 180 ribu. Penambahan ini masih lebih rendah dibandingkan publikasi sebelumnya 204 ribu. "Tapi, tingkat pengangguran AS sudah diprediksi turun dari 7,3% menjadi 7,2% sehingga secara keseluruhan cukup positif untuk dolar AS," ujarnya.

Dari dalam negeri, lanjut Firman, pasar menunggu paket kebijakan ekonomi yang kembali akan diluncurkan oleh pemerintah Indonesia awal pekan depan. "Pasar ingin melihat, apakah akan ada manuver baru dari pemerintah untuk mengatasi tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia seperti tingginya inflasi, defisit current account, dan perlambatan ekonomi Indonesia," papar dia.

Secara umum, dia menegaskan, pasar cenderung wait and see. "PDB dan klaim pengangguran AS semalam memang cukup positif yang menunjukkan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi AS sehingga mendukung tapering The Fed yang lebih cepat dari seharusnya," tuturnya.

Di sisi lain, semalam juga ada rapat European Central Bank (ECB). Pasar sudah menyikapi dovish rapat tersebut dengan adanya sinyal pelonggaran monter lebih lanjut. "Kenyataannya, konferensi pers dari Gubernur ECB Mario Draghi mengisyaratkan tidak adanya pelonggaran moneter dalam waktu dekat," ujarnya.

Walupun, lanjut Firman, ECB mengkaji semua kebijakan yang bisa diambil jika kondisi berubah. "Akibatnya, euro mengalami rally dan dolar AS mendatar dan rupiah pun mendatar hari ini," ucapnya.

Jadi, pasar menanti nonfarm payroll AS nanti malam, tingkat pengangguran AS, data China Minggu dan paket kebijakan ekonomi dari pemerintah awal pekan depan. "Secara umum, pasar wait and see hingga mendapatkan semua data tersebut," ujarnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 80,370 dari sebelumnya 80,269.

"Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3654 dari sebelumnya di level US$1,3667 per euro," imbuh Firman. [jin]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x