Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 05:11 WIB

SMGR Borong BUMN Innovation Award

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 27 Juni 2013 | 20:48 WIB
SMGR Borong BUMN Innovation Award
Dirut SMGR, Dwi Soetjipto menerima penghargaan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam ajang BUMN Innovative Award 2013 - (Foto: inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Melalui inovasi teknologi, SMGR mampu melakukan efisiensi biaya sehingga perseroan sukses memborong BUMN Innovation Award.

Inovasi teknologi menjadi salah satu kunci bagi perusahaan untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini. PT Semen Indonesia (SMGR.JK) mengembangkan berbagai inovasi teknologi guna mendukung kinerja perseroan.

Salah satu yang dilakukan melalui teknologi Konservasi Energi dan Teknologi Penurunan Emisi Gas CO2 melalui pemanfaatan biomass dan limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif.Dari inovasi teknologi tersebut, perseroan berhasil menghasilkan efisiensi hingga Rp300 miliar per tahun.

"Ini menjadi bukti bahwa perhatian khusus ke teknologi tidak akan membebani perusahaan dengan bermacam-macam biaya, tapi justru menghasilkan efisiensi," kata Dirut SMGR, Dwi Soetjipto selepas menerima penghargaan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam ajang BUMN Innovative Award 2013, di JCC Senayan Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Dalam ajang yang pertama kalinya diselenggarakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, SMGR memborong 4 penghargaan BUMN Innovative Awards 2013. Masing-masing the best corporate innovative culture & management, the best innovation of green product, the best product innovation of energy & mining sector, dan the best technology innovation energy & mining sector.

BUMN Innovation Award 2013 mengambil tema "Innovation for Indonesia". Berbeda dengan award lainnya, kegiatan ini fokus untuk mendorong munculnya inovasi teknologi dan produk unggulan BUMN. "BUMN merupakan penggerak ekonomi nasional, karenanya harus juga menjadi penggerak inovasi di Indonesia," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sebelumnya, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang industri semen ini juga meraih Indonesia Green Award 2013 (IGA) atas usahanya yang luar biasa dalam bidang lingkungan dan inovasi. SMGR dinilai tidak sekedar menggeber target perolehan laba, namun tetap peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sejumlah inovasi pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh SMGR misalnya, memanfaatkan limbah industri seperti Cooper Slag, Fly Ash, Cement Retarder menjadi bahan baku substitusi menggantikan pasir besi, pasir silika, dan gipsum alam.

SMGR juga telah mengubah wilayah bekas tambangnya untuk lahan produksi tanaman yang bisa menjadi bahan bakar alternatif bagi proses produksi. Dari lahan bekas tambang itu, SMGR bisa mendapat suplai bahan bakar alternatif untuk menunjang proses produksi.

Selain itu, SMGR berencana memanfaatkan sampah kota, terutama dari dua kota di mana perseroan banyak beraktivitas, yaitu Gresik dan Tuban, Jawa Timur. Volume sampah di Gresik tercatat sebanyak 650 meter kubik atau sekitar 217 ton per hari. Adapun volume sampah di Tuban sebesar 250 meter kubik atau 83 ton per hari.

Sampah kota tersebut, diolah menjadi refuse derived fuel (RFD) untuk menggantikan bahan bakar batubara yang selama ini dipakai perusahaan. Selama ini, perseroan juga sudah menggunakan bahan bakar alternatif, seperti dari sekam padi, kulit mete, limbah tembakau, dan oil sludge.

"Kami mengusung konsep "waste to zero," kami punya rencana akan terus meningkatkan efisiensi perusahaan dengan mengandalkan bahan bakar non fosil dari setiap proses produksi kami, ini juga bermanfaat bagi lingkungan, " ungkap Dwi Soetjipto.

Saat ini, porsi penggunaan energi alternatif milik SMGR sudah mencapai 5-8% dari total kebutuhan energi perseroan yang menyedot 2 juta ton batubara per tahun. Ke depan rencananya SMGR berharap bisa mencapai minimal 10%, sehingga perusahaan bisa berhemat bahan bakar. [jin]

Komentar

x