Jumat, 18 April 2014 | 17:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harga BBM Naik, Unilever akan Naikkan Harga Produk
Headline
(Foto: istimewa)
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
pasarmodal - Selasa, 21 Mei 2013 | 16:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan menerapkan tiga upaya dalam mengatasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tidak berdampak buruk terhadap kinerja perseroan.

Direktur Utama PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Lalisang mengatakan, perseroan mempunyai tiga cara dan akan dilaksanakan jika pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi. Pertama, perseroan akan menekan berbagai biaya pertemuan yang bisa dilakukan secara telekomunikasi. "Rapat nantinya bisa dilakukan melalui teleconference, ini kan bisa lebih menekan biaya," kata Maurits seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Sedangkan, langkah keduanya dengan menambah berbagai produk campurannya guna meningkatkan margin. Sedangkan, langkah terakhir dengan menaikkan harga produk perseroan. "Langkah terakhir itu, kalau langkah keduanya tidak bisa menutupi kekurangan biaya produksi perseroan," tutur dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan sudah menaikan harga produk pada kuartal pertama tahun ini sebesar 4%-5%. Sehingga ke depannya, perseroan akan melihat biaya produksi terlebih dahulu. [mel]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.