Sabtu, 19 April 2014 | 06:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Balik Kepincutnya Asing terhadap BTPN
Headline
Oleh: Agustina Melani & Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 10 Mei 2013 | 10:27 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sumitomo Mitsui membeli saham BTPN di harga premium. Ini menunjukkan bahwa asing kepincut dengan perbankan di Indonesia.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menilai, ada beberapa hal menarik dari pembelian saham BTPN oleh Sumitomo Mitsui. Pertama, harga akuisisi saham BTPN berada di harga premium bila dibandingkan dengan beberapa pembelian saham bank beberapa waktu ini. Menurut David, harga pembelian saham BTPN di level Rp6.500 oleh Sumitomo Mitsui maka price book value (PBV) nya sekitar 4,5 kali.

"Bank Danamon direncanakan dibeli oleh DBS di harga Rp7.000 itu mencerminkan PBV 2,2 kali. Sedangkan bank Saudara yang sekitar 30% sahamnya di beli oleh Woori itu di kisaran 3-3,5 kali PBV. Dengan demikian pembelian saham BTPN sekitar Rp6.500 oleh Sumitomo Mitsui maka itu sangat premium," ujar David, kepada INILAH.COM, Jumat (10/5/2013).

Kedua, Sumitomo Mitsui masuk untuk menjadi signifikan minority owner. Hal itu berbeda dengan langkah yang dilakukan DBS untuk mengakuisisi Bank Danamon secara mayoritas. Menurut David, ekspansi usaha yang dilakukan Jepang dan Korea Selatan ke Indonesia sangat besar.

Kedua negara tersebut dinilai dalam melakukan ekspansi ke Indonesia dengan menggandeng bank lokal sebagai partner untuk mempermudah ekspansinya. "Jadi langkah akuisisi ini juga untuk mendukung langkah ekspansif perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia. Apalagi berdasarkan survei terbaru Indonesia adalah negara tujuan investasi Jepang nomor dua setelah China," kata David.

Ketiga, asing masing sangat tertarik untuk masuk ke bisnis perbankan Indonesia. David mengatakan, dunia perbankan di Indonesia masih sangat menarik. Hal ini dilihat dari laba bersih perbankan Indonesia pada 2012. Menurut David, Bank umum berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp92,83 triliun Per Desember 2012 atau tumbuh 23,64% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp75,07 triliun.

Peningkatan laba bersih antara lain ditopang naiknya pendapatan bunga sebesar 7,39% menjadi Rp391,28 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2011 sebesar Rp364,33 triliun. Sementara itu, beban bunga pada periode tersebut turun 1,02% menjadi Rp183,71 triliun dari sebelumnya Rp185,61 triliun.

David mengatakan, Sumitomo Mitsui melihat kinerja BTPN masih baik sehingga mau membeli dengan harga premium. Apalagi mengingat lemahnya pertumbuhan ekonomi di Jepang memaksa Sumitomo Mitsui harus berputar otak untuk dapat menghasilkan laba yang positif. "Ekspansi mereka ke BTPN merupakan langkah yang positif meskipun mereka harus menebusnya dengan sedikit lebih mahal. Prospek dan kinerja BTPN masih menjanjikan," ujar David.

David menilai, untuk investor lokal, akuisisi akan berdampak positif pada kinerja dan harga saham BTPN. Dengan pembelian saham premium oleh Sumitomo itu maka mencerminkan keyakinan Sumitomo akan kinerja BTPN. David memperkirakan, target harga saham BTPN di kisaran Rp7.000. "Kinerja positif dan ekspansi yang terus dilakukan akan menjadi katalis positif untuk BTPN," tutur David.

BTPN membukukan laba bersih Rp572,56 miliar pada 31 Maret 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp439,06 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp1,66 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,31 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp62,65 triliun pada 31 Maret 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp48,48 triliun. NPL Perseroan 0,40% pada 31 Maret 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 0,38%.

Sebelumnya Sumitomo Mitsui Banking akan memiliki 24,26% saham atau setara 1,41 miliar saham BTPN. Sumitomo Mitsui Banking akan membeli saham BTPN dari TPG Nusantara sekitar 16,87%. Sumitomo Mitsui Banking membeli saham BTPN sebanyak 1,41 miliar saham atau setara 24,26% dengan harga rata-rata Rp6.500. Pembelian saham BTPN itu dilakukan pada 8 Mei 2013-10 Mei 2013. Total transaksi pembelian saham BTPN oleh Sumitomo Mitsui sekitar Rp9,20 triliun.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.