Kamis, 24 April 2014 | 12:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
INCO Tekan Biaya Produksi
Headline
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - (Foto : istimewa)
Oleh: Seno Tri Sulistyono
pasarmodal - Selasa, 23 April 2013 | 14:46 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan menekan biaya produksi pada 2013, melalui mengkonversi penggunaan High Sulphur Fuel Oil (HSFO) menjadi batu bara.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter mengatakan, perseroan akan terus fokus dalam penggunaan HSFO untuk pemacu produksi nikel."Ini untuk mengurangi ketergantungan Perseroan sebesar 60 persen dari penggunaan biaya total bahan bakar," kata dia seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (22/4/2013).

Dengan hal tersebut, Nico mengatakan, biaya pelumas yang biasa dikeluarkan perseroan bisa berkurang sebesar 40% dari 2.012 HPP., dan diperkirakan pada semester II 2013 sudah bisa berproduksi secara bertahap.

"Perseroan sudah melakukan program tersebut bertahap, tahap pertama sudah lakukan, kemudian tahap berikutnya akan dimulai tahun ini juga," kata Nico.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan langkah tersebut perseroan berhasil menghemat biaya produksi pada kuartal III dan IV tahun lalu. Dengan melalui pembangkit listrik Karebbe dan peningkatan produksi. [mel]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.