Senin, 20 Oktober 2014 | 16:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
UNTR Bagi Dividen 40% dari Laba Bersih 2012
Headline
ist
Oleh: Seno Tri Sulistyono
pasarmodal - Senin, 22 April 2013 | 17:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp2,31 triliun atau Rp620 per saham.

Sekretaris Perusahaan PT United Tracktor Tbk, Sara Loebis mengatakan, pembagian dividen tersebut sebesar 40% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar Rp5,78 triliun.

"Pembagian dividen tunai per saham sebesar Rp620, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp210 setiap saham," kata Sara seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Menurut Sara, dividen interim telah dibayarkan pada 2 November 2012, sedangkan sisanya sebesar Rp410 per saham akan dibayarkan pada 31 Mei 2013.

"Selain dividen, pemegang saham juga menyetujui sisa laba bersih setelah dividen akan dibukukan sebagai laba di tahan," kata dia

Perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp5,77 triliun pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp5,90 triliun. Pendapatan bersih perseroan naik menjadi Rp55,95 triliun pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp55,05 triliun. [mel]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.