Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 2 Februari 2015 | 08:43 WIB
Hide Ads

Di Balik Susutnya Dana Saham & Obligasi Global

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 21 April 2013 | 15:11 WIB
Di Balik Susutnya Dana Saham & Obligasi Global
Ist

INILAH.COM, Jakarta Aliran dana yang masuk ke pasar saham dan obligasi secara global pada pekan kedua April terlihat masih mengalami penurunan. Mengapa?

Dwi Astuti, analis Henan Putihrai Securities mengatakan, Investment Company Institute (ICI) mengestimasi aliran dana yang masuk ke pasar saham dan obligasi secara global mengalami penurunan pada pekan kedua April 2013. "Angkanya cukup signifikan yaitu menjadi US$4,8 miliar dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai US$ 8,8miliar," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.

Penurunan tersebut, lanjut dia, dipicu oleh penurunan tajam pada aliran dana di pasar obligasi yaitu dari US$6,4 miliar menjadi US$1,8 miliar. "Sementara itu, aliran dana yang masuk ke pasar saham sedikit meningkat dari US$1,2 miliar menjadi US$1,6 miliar," ujarnya.

Sementara di AS, lanjut dia, sekitar 90 perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartal pertamanya. "Meski masih memperlihatkan pertumbuhan positif, namun tingkat pertumbuhan earning per kuartal menunjukkan tren penurunan," papar Dwi.

Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 90 dari 499 perusahaan yang masuk dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan kuartal pertamanya. "50% di antaranya mencatat kinerja penjualan di atas estimasi dan sekitar 74% kinerja laba di atas estimasi," tuturnya.

Secara sektoral, perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bisnis Consumer Goods memperlihatkan kinerja terbaik. "83% di antaranya berhasil membukukan penjualan dan laba di atas estimasi," ungkap Dwi.

Sementara untuk perusahaan yang tergabung dalam sektor Health Care untuk sementara hanya sekitar 28% di antaranya yang mencatat penjualan melebihi estimasi pasar.

Beberapa data ekonomi AS yang dirilis pekan ini hasilnya masih di bawah estimasi. Data Building Permits turun 3,9% dari bulan sebelumnya, Initial Jobless Claims meningkat dari pekan sebelumnya yaitu mencapai 352 ribu dari estimasi 350 ribu dan revisi 348 ribu.

Selain itu, leading Indicators pada Maret mengalami kontraksi yaitu -0,1% yang mengindikasikan kondisi ekonomi AS dalam jangka pendek cenderung melemah. Di sisi lain, data Housing Starts pada Maret mencapai 1,036 juta atau tumbuh 7% dari bulan sebelumnya.

Sedangkan Consumer Price Index (CPI) periode Maret dirilis -0,2% dari prediksi 0,0% dan bulan sebelumnya 0,7%. Industrial Production juga menunjukkan hasil yang cukup positif tumbuh 0,4% atau di atas estimasi 0,2%. "Sementara tingkat keyakinan konsumen menurut Bloomberg berada di level -29,2 lebih baik dibanding level pekan sebelumnya -34," imbuhnya.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

39851

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.