Kamis, 23 Oktober 2014 | 08:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Balik Susutnya Dana Saham & Obligasi Global
Headline
Ist
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Minggu, 21 April 2013 | 15:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Aliran dana yang masuk ke pasar saham dan obligasi secara global pada pekan kedua April terlihat masih mengalami penurunan. Mengapa?

Dwi Astuti, analis Henan Putihrai Securities mengatakan, Investment Company Institute (ICI) mengestimasi aliran dana yang masuk ke pasar saham dan obligasi secara global mengalami penurunan pada pekan kedua April 2013. “Angkanya cukup signifikan yaitu menjadi US$4,8 miliar dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai US$ 8,8miliar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.

Penurunan tersebut, lanjut dia, dipicu oleh penurunan tajam pada aliran dana di pasar obligasi yaitu dari US$6,4 miliar menjadi US$1,8 miliar. “Sementara itu, aliran dana yang masuk ke pasar saham sedikit meningkat dari US$1,2 miliar menjadi US$1,6 miliar,” ujarnya.

Sementara di AS, lanjut dia, sekitar 90 perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartal pertamanya. “Meski masih memperlihatkan pertumbuhan positif, namun tingkat pertumbuhan earning per kuartal menunjukkan tren penurunan,” papar Dwi.

Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 90 dari 499 perusahaan yang masuk dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan kuartal pertamanya. “50% di antaranya mencatat kinerja penjualan di atas estimasi dan sekitar 74% kinerja laba di atas estimasi,” tuturnya.

Secara sektoral, perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bisnis Consumer Goods memperlihatkan kinerja terbaik. “83% di antaranya berhasil membukukan penjualan dan laba di atas estimasi,” ungkap Dwi.

Sementara untuk perusahaan yang tergabung dalam sektor Health Care untuk sementara hanya sekitar 28% di antaranya yang mencatat penjualan melebihi estimasi pasar.

Beberapa data ekonomi AS yang dirilis pekan ini hasilnya masih di bawah estimasi. Data Building Permits turun 3,9% dari bulan sebelumnya, Initial Jobless Claims meningkat dari pekan sebelumnya yaitu mencapai 352 ribu dari estimasi 350 ribu dan revisi 348 ribu.

Selain itu, leading Indicators pada Maret mengalami kontraksi yaitu -0,1% yang mengindikasikan kondisi ekonomi AS dalam jangka pendek cenderung melemah. Di sisi lain, data Housing Starts pada Maret mencapai 1,036 juta atau tumbuh 7% dari bulan sebelumnya.

Sedangkan Consumer Price Index (CPI) periode Maret dirilis -0,2% dari prediksi 0,0% dan bulan sebelumnya 0,7%. Industrial Production juga menunjukkan hasil yang cukup positif tumbuh 0,4% atau di atas estimasi 0,2%. “Sementara tingkat keyakinan konsumen menurut Bloomberg berada di level -29,2 lebih baik dibanding level pekan sebelumnya -34,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.