Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Maret 2015 | 20:28 WIB
Hide Ads

Willy Sanjaya

Saya Melihat Perbaikan Harga Saham ADRO dan PTBA

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 5 April 2013 | 03:00 WIB
Saya Melihat Perbaikan Harga Saham ADRO dan PTBA
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Selama April 2013, saham ADRO dan PTBA diprediksi mengalami penguatan seiring technical rebound. Sebab, penurunan kedua saham ini sudah cukup dalam. Seperti apa?

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya melihat potensi perbaikan pada harga saham ADRO dan PTBA dan saham-saham batu bara pada umumnya seiring harga minyak yang sudah merangkak ke atas US$95 per barel.

Dia memprediksi, dalam sebulan ke depan, ADRO memiliki resistance Rp1.380 dan support Rp1.210. Sementara itu, saham PTBA memiliki resistance Rp15.900 dengan support kuat di Rp13.800. "Saya rekomendasikan buy on weakness untuk ADRO dan PTBA. Pada level-level support tadi bisa dibeli," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (4/4/2013) saham PT Adaro Energy (ADRO.JK) ditutup melemah Rp20 (1,51%) ke Rp1.300 sedangkan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA.JK) menguat Rp50 (0,32%) ke Rp15.350. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Saham ADRO melemah tapi saham PTBA menguat. Bagaimana Anda melihat prospek dua saham batu bara ini?

Kalaupun saham-saham batu bara seperti ADRO dan PTBA naik, itu lebih dipicu oleh penurunan sebelumnya yang cukup dalam. Jadi, itu semata technical rebound.

Apakah ini artinya kedua saham ini kurang prospektif?

Tidak juga. Sebab, harga kedua saham ini sebenarnya sudah cukup murah sehingga sangat menarik untuk dikoleksi dengan Price to Earnings Ratio (PER) 10 kali untuk ADRO dan PTBA 11,4 kali. Dua saham batu bara ini masih sangat murah. Sebab, rata-rata PER saham batu bara berada di level 20 kali.

Jadi, bagaimana prospeknya?

Untuk April 2013, saya melihat potensi perbaikan pada harga saham ADRO dan PTBA dan saham-saham batu bara pada umumnya. Kita melihat harga minyak yang sudah merangkak ke atas US$95 per barel.

Hingga level berapa potensi penguatan saham ADRO dan PTBA?

Dalam sebulan ke depan, ADRO memiliki resistance Rp1.380 dan support Rp1.210. PTBA memiliki resistance Rp15.900 dengan support kuat di Rp13.800.

Apa rekomendasi Anda untuk dua saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk ADRO dan PTBA. Pada level-level support tadi bisa dibeli. Dari sisi tren, dalam sebulan ke depan bisa menguat jika melihat kenaikan harga minyak dan pada saat yang sama harga saham batu bara sudah turun tajam.

Tapi, meski harga minyak naik, harga batu bara justru turun?

Iya memang. Tapi, harga minyak baru naik dalam beberapa pekan terakhir saja. Karena itu, tidak bisa langsung disusul dengan kenaikan harga batu bara. Jika harga minyak sudah menuju angka US$100 per barel, orang akan mencari energy alternative terutama batu bara. Saat itu terjadi, harga batu bara bakal naik. Itupun, untuk harga kontrak sudah dipatok pada harga tertentu sehingga belum akan mengalami perubahan karena para emiten batu bara masih memegang harga batu bara berdasarkan kontrak-kontrak lama.

Anda melihat risiko yang signifikan pada saham-saham batu bara?

Yang kita takutkan jika harga minyak terus turun ke US$80-70 per barel. Ini akan membuat peluang orang untuk menjadikan batu bara sebagai energi alternative menjadi sangat kecil. Ekonomi global memang seharusnya sudah mulai pulih secara perlahan. Pemulihan ini bisa memicu kenaikan harga minyak. Tapi, kenaikan tersebut belum membuat jarak yang terlalu jauh antara harga minyak dengan harga batu bara. Karena itu, saat ini permintaan masih lebih besar pada minyak dibandingkan batu bara.

Dengan harga batu bara di US$88 dan minyak US$95 belum memicu peralihan ke batu bara karena perbedaannya tak signifikan. Jika harga minyak tembus US$100 baru permintaan batu bara naik, produksi baru bara juga naik dan harga pun akan terdongkrak. Selama minyak masih di bawah US$100 per barel, sulit harga batu bara terangkat.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.