Rabu, 26 November 2014 | 09:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Yuganur Wijanarko
Saham-saham Sektor Bank, Rekomendasi Terbaik
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 27 Februari 2013 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Saham sektor bank dinilai jadi rekomendasi terbaik karena potensi penguatan 10-20% dalam enam bulan mendatang. IHSG pun bakal terdongkrak ke 4.800-5.000.

Yuganur Wijanarko, Kepala Riset HD Capital memproyeksikan, harga wajar BMRI seharusnya berada di level Price to Earnings Ratio (PER) 16 kali untuk 2013. Karena itu, kata dia, seharusnya saham ini masih bertenaga menguat 15-20% dari harga saat ini dalam enam bulan ke depan.

Begitu juga dengan BBRI. Dengan PER 10 kali, BBRI punya potensi kenaikan harga sahamnya di atas 20%. BBNI dengan PER 11 kali, punya potensi kenaikan sebesar 15%. BBCA dengan PER 22 kali sudah mahal, tapi punya potensi kenaikan sebesar 10% dalam enam bulan. “Rekomendasi terbaik adalah sektor bank,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (26/2/2013) saham PT Bank Mandiri (BMRI) ditutup melemah Rp50 (0,51%) ke Rp9.700; PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp50 (0,57%) ke Rp8.600; PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menguat Rp25 (0,57%) ke Rp4.400; dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp500 (4,42%) ke Rp10.800 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Seiring pelemahan IHSG, rata-rata saham bank berkapitalisasi besar melemah. Apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan beli untuk saham-saham perbankan. Prospek saham-saham bank berkapitalisasi besar cukup positif. Saham-saham ini merupakan kelompok yang membuat IHSG menguat karena merupakan gerbongnya indeks.

Apa alasan yang membuat Anda optimistis atas saham-saham perbankan?

Dilihat dari sisi pertumbuhan kredit, sepertinya bakal sesuai ekspektasi analis. Tapi, prospek untuk 2013 cukup baik. Sebab, iklim perbankan masih kondusif di mana BI rate masih ditahan di level 5,75%. Pada saat yang sama, daya beli masyarakat meningkat. Apalagi, dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) belakangan ini.

Bagaimana dengan faktor rupiah?

Meski melemah, rupiah sebenarnya masih stabil sehingga masih comfortable bagi bank-bank. Jadi, sektor bank mendapatkan dukungan positif dari BI rate yang tetap dan daya beli masyarakat yang kuat.

Apakah saham-saham bank sudah mahal?

Dari sisi valuasi, masih kompetitif secara fundamental. Lihat saja, Price to Earnings Ratio (PER) BBRI masih diperdagangkan di level 10 kali saat ini. BMRI di level 13 kali, dan BBNI di level 11 kali. Jadi, tiga bank ini termasuk market cap terbesar dan BBCA. PER BBCA memang tinggi di level 22 kali. Tapi, yang performa kinerjanya paling bagus juga BBCA. BBCA sudah premium sehingga masuk kelas tersendiri.

Seberapa besar potensi penguatan saham-saham tersebut?

Dengan PER 13 kali, harga wajar BMRI seharusnya di level PER 16 kali untuk 2013 sehingga seharusnya masih ada tenaga penguatan 15-20% dari harga saat ini dalam enam bulan ke depan. BBRI dengan PER 10 kali, punya potensi kenaikan harga sahamnya di atas 20%. BBNI dengan PER 11 kali, punya potensi kenaikan sebesar 15%. BBCA dengan PER 22 kali sudah mahal, tapi punya potensi kenaikan sebesar 10% dalam enam bulan.

Bagaimana dengan saham-saham bank lapis dua?

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) punya potensi kenaikan 15%. PT Bank Bukopin (BBKP) potensi kenaikan 20% mengikuti BBRI. BJBR juga 20%. BBRI, BBKP, dan BJBR punya fokus pada kredit mikro UMKM sehingga potensi kenaikannya paling banyak. Sebab, terpengaruh oleh kuatnya daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

BBTN termasuk bank kecil sehingga pergerakan harga sahamnya akan mengikuti saham-saham bank besar. Masalahnya, dari PER, BBTN di level 12 kali untuk 2013, bandingkan dengan BBRI yang masih di level 10 kali. Karena itu, orang akan cenderung memilih BBRI yang sudah terbukti kinerja emitennya bagus. BBTN merupakan pemain baru. Jadi, dengan harga yang sama dengan BBRI, saya tidak mau coba-coba di BBTN. PT Bank Jabar-Banten (BJBR) misalnya, dengan PER 9 kali dan BBRI di level 10 kali, saya mendingan membeli BBRI.

Jika persentase target harga saham-saham bank tersebut tercapai atau rata-rata tercapai 15%, IHSG berada di level berapa?

Penguatan IHSG akan bertenger di 4.800 hingga 5.000. Target ini paling lama dalam enam bulan. Karena itu, sejauh ini IHSG menguat dan cetak rekor baru. Sebab, pasar sudah memproyeksikan laba saham-saham bank untuk 2013 yang didasarkan pada laba 2012. Posisi pasar saat ini sudah loncat memfaktorkan laporan keuangan kuartal I-2013. Karena itu, laporan keuangan full year 2012 sudah terdiskon. Pasar merespons untuk kinerja keuangan kuartal I-2013.

Pada intinya, saham-saham bank besar, harganya masih murah sehingga laju sahamnya bisa menggerakkan IHSG. Untuk saham-saham yang kecil, masih mengejar tapi tenaganya kurang. Sebab, yang besar-besar harus naik kencang terlebih dahulu.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham perbankan?

Saya rekomendasikan buy untuk BMRI, BBRI, BBNI. Saya melihat, bank-bank pemerintah yang akan mendorong indeks naik. Beli juga untuk BBCA dengan target resistance Rp11.000. Sebab, sektor bank mencapai 30% dari bobot IHSG. BBRI, BMRI dan BBNI sudah 20%.

Secara fundamental, perbankan tak punya masalah baru. Paling yang ditakutkan orang adalah kredit macet dan competiveness antar bank. Tapi, ini sebenarnya merupakan cerita lama. Namanya juga bank, pasti bersaing. Selama pemerintah tidak menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan BI rate, tidak ada kekhawatiran untuk saham-saham perbankan.

Dari sisi melambatnya Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, tidak terlalu berpengaruh ke saham-saham bank. Bank hanya dipengaruhi dua hal: daya beli masyarakat dan suku bunga. Rekomendasi terbaik adalah sektor bank.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.