Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:35 WIB

Thendra Crisnanda

Untung 2-3%, Langsung Jual Saham

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 31 Januari 2013 | 03:00 WIB
Untung 2-3%, Langsung Jual Saham
Thendra Crisnanda - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Laju IHSG Kamis (31/1/2013) diprediksi fluktuatif dalam kisaran 4.416 hingga 4.463. Karena itu, pemodal disarankan bermain saham secara cepat. Untung 2-3% bisa langsung direalisasikan.

Thendra Crisnanda, analis BNI Securities mengatakan hal itu. Menurut dia, pasar saat ini masih mencermati lambatnya pemulihan ekonomi global. Hal ini ditandai dengan rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang mengalami kontraksi (-0,1%) pada kuartal IV-2012.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar masih mencermati liarnya pergerakan rupiah akibat defisit neraca perdagangan. Kondisi ini diperparah oleh aksi para spekulan pada bank-bank di Singapura. "Rrupiah pada kontrak 12 bulan di Singapura di mana nilai tukarnya melemah ke 10.400 saat ini di pasar spot offshore. Ini menandakan adanya potensi rupiah melemah ke atas 10.000 per dolar AS, apabila Bank Indonesia (BI) tidak bisa menjaga," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (30/1/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 13,95 poin (0,31%) ke angka 4.452,975 dengan intraday tertinggi 4.456,934 dan terendah 4.433,646. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 3,49 poin (0,46%) ke angka 761,139. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat 13,95 poin kemarin. Bagaimana Anda melihat arahnya Kamis (31/1/2013)?

Secara teknikal, IHSG berpeluang fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis pada perdagangan Kamis (31/1/2013). IHSG akan bergerak pada kisaran resistance 4.463 dan support 4.416.

Bagaimana dengan sentimen fundamental?

Fluktuatifnya potensi pergerakan indeks, secara fundamental, salah satunya dipicu oleh pasar yang cenderung mencermati sentimen global yang pembalikan arahnya bisa terjadi secara cepat. Memang, ada indikasi pemulihan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari pemulihan ekonomi negara-negara besar seperti AS, China, dan Jerman. Tetapi, pasar tetap mencermati bahwa pemulihan ekonomi tidak bisa berjalan secara instan.

Apa buktinya?

Lihat saja, Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dirilis semalam untuk full year 2012, prediksinya hanya 1,3% dibadingkan periode sebelumnya 3,1%. Berdasarkan prediksi itu, pemulihan memang ada, tapi prosesnya masih butuh waktu yang cukup panjang.

Pada kenyataannya, PDB AS dirilis jauh lebih rendah dari prediksi menjadi kontraksi (-0,1%) untuk kuartal IV-2012 dari kuartal sebelumnya tumbuh 3,1%. Meskipun, untuk year on year, PDB AS 2012 di level 2,2% dari angka 2011 1,8%.

Bagaimana dengan sentimen fundamental dari dalam negeri?

Untuk dalam negeri, pasar masih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah. Rupiah memang pada sesi penutupan di level 9.630-9.670. Tapi, pada pembukaan di hari berikutnya, rupiah kembali melemah 9.885. Jadi, pergerakan rupiah sangat liar. Apalagi, rupiah juga banyak diperdagangkan di Singapura.

Mengapa rupiah liar?

Saat ini, bank-bank di Singapura baik sebagai trader maupun spekulan melihat, meski secara fundamental ekonomi baik, Indonesia mengahadapi defisit neraca perdagangan. Mereka juga melihat, kebutuhan terhadap mata uang asing di Indonesia sangat tinggi. Salah satunya untuk impor.

Sementara itu, dari sisi ekspor belum benar-benar pulih. Jadi, rupiah dan defisit neraca perdagangan menjadi masalah krusial. Karena itu, para spekulan berekspektasi, dolar AS masih punya ruang penguatan.

Menurut Anda, hingga level berapa potensi pelemahan rupiah?

Kondisi itu, terlihat dari nilai tukar rupiah pada kontrak 12 bulan di Singapura di mana nilai tukarnya melemah ke 10.400 saat ini di pasar spot offshore. Jika dalam kontrak rupiah bisa melemah ke level tersebut, menandakan adanya potensi rupiah melemah ke atas 10.000 per dolar AS, apabila Bank Indonesia (BI) tidak bisa menjaga.

Bagaimana dengan sentimen inflasi Januari ini?

Sentimen dari inflasi Januari 2012 saya kira tak signifikan. Memang angkanya diprediksi naik seiring cuaca yang mengakibatkan banjir dan diberlakukannya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 15% secara bertahap. Tapi, para ekonom memperkirakan, inflasi masih bisa dijaga di level 5% (year on year). Angka ini masih di bawah benchmark BI rate 5,75%. Yang dikhawatirkan dari inflasi adalah saat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan yang dampaknya jauh lebih besar dibandingkan TDL.

Bagaimana dengan momentum January Effect di hari terakhir Januari ini?

Faktor January Effect, tak begitu signifikan mendongkrak IHSG. Momentum pergerakan indeks baru akan terjadi pada Maret-April seiring dimulainya earning season kuartal IV-2012.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA.JK), PT Ciputra Development (CTRA.JK), PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK), PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Jasa Marga (JSMR.JK), dan PT Centrin Online (CENT.JK).

Strategi trading pada saham-saham tersebut?

Dalam kondisi pasar saat ini dan secara teknikal sudah jenuh beli, saya rekomendasikan hit and run untuk enam saham tersebut. Untung 2-3% langsung jual saham.

Komentar

 
Embed Widget

x