Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:15 WIB

Stimulus Jepang Gagal Menopang Pasar

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 22 Januari 2013 | 20:15 WIB
Stimulus Jepang Gagal Menopang Pasar
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak melemah. Stimulus jepang berupa pembelian obligasi tanpa batas gagal menopang pasar. Padahal, stimulus tersebut diharapkan memicu capital inflow.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh tekanan negatif dari respons pasar atas hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) tadi pagi. BoJ tadi pagi menaikkan target inflasi dari 1% menjadi 2%.

Pada saat yang sama, lanjut Firman, bank sentral juga mengumumkan program kebijakan pembelian obligasi dalam jumlah yang tidak terbatas. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.750 setelah mencapai level terkuat 9.635 dari posisi pembukaan 9.645 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kurs rupiah $ terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (22/1/2013) ditutup melemah 45 poin (0,46%) ke angka 9.665/9.675 dari posisi kemarin 9.620/9.630.

Kondisi ini, lanjut dia, telah diantisipasi pasar karena semuanya sesuai dengan ekspektasi. Padahal, seharusnya kebijakan itu membuat yen melemah dan mengangkat rupiah seiring potensi capital inflow yang masuk ke Indonesia. "Karena itu, aksi profit taking pun tak terhindarkan pasca pelemahan yen yang tajam dalam beberapa hari terakhir," ungkap dia.

Yen pun menguat terhadap hampir semua mata uang. Kondisi yen, turut membebani kinerja rupiah. "Apalagi, pasar juga kecewa, sebab ada yang berharap BoJ memangkas suku bunga lebih lanjut. Tapi, BoJ tidak melakukan itu karena memang suku bunganya sudah cukup rendah," timpal Firman.

Selain itu, pelemahan rupiah Selasa ini juga dipicu oleh aksi profit taking pascapenguatan rupiah secara drastis kemarin. "Pasar juga sedikit berhati-hati jelang rencana voting Parlemen Yunani terhadap kebijakan penghematan lebih lanjut nanti malam," ungkap dia.

Pasar juga cemas jelang pidato Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Rabu (23/1/2013). "Berdarkan draft yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan, Inggris mengeluarkan ancaman untuk keluar dari Uni Eropa jika Uni Eropa tidak mau mengakomodasi tuntutan Inggris. Pasar melihat, krisis Eropa akan semakin rumit jika Inggris keluar," tuturnya.

Alhasil, dolar AS masih kokoh terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS bergeming di level kuat 80 dari sebelumnya 80,03. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3295 dari posisi sebelumnya US$1,3312. Tapi, dolar AS sempat mencapai level terlemah US$1,3371 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mempertanyakan, apakah pemodal akan bertaruh dengan sentimen dari pelantikan Presiden AS Barrack Obama. "Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan utama saya di sore hari ini," kata dia di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Jika dilihat, kata dia, IHSG sudah semakin mendekati kisaran suport di 4.3804.400 yang merupakan kisaran suport pertama. "Tapi, kalau melihat bahwa sinyal-signyal bearish pada saham-saham perbankan sepertinya masih baru, rasa-rasanya serem juga," ujar dia.

Pada perdagangan Selasa (22/1/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 23,426 poin (0,53%) ke angka 4.416,548.

Padahal, lanjut dia, pada indeks Hang Seng Index (HSI) tidak ada sinyal negatif. "Mau negatif bagaimana orang HSI naik," kata dia berseloroh. Dia menjelaskan, koreksi IHSG lebih dipicu oleh aksi profi taking yang sebenarnya sudah mulai terlihat semenjak kemarin siang.

Dari posisi terakhirnya, setidaknya PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK), dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM.JK) sudah diprediksi tutup dengna sinyal bearish. Begitu juga dengan PT United Tractor (UNTR.JK) yang tutup di bawah suport Rp20.500. "PT Gudang Garam (GGRM.JK) juga membatalkan sinyal bullish yang muncul kemarin. PT Ace Hardware Indonesia (ACES.JK) juga terlihat bakal reversal," papar dia.

Lantas, apakah Anda mau bertaruh bahwa nanti malam Dow Jones Industrial Average (DJIA) bakal rally naik pascainagurasi Obama? "Saya sih tidak terlalu berani memiliki posisi teralu besar. Penembusan suport Rp20.500, membuat saya terpaksa cut loss UNTR. UNVR, harusnya ditahan karena masih bisa tutup di atas support. Tapi, sepertinya saya mau cari aman dulu deh," imbuhnya.

Komentar

 
x