Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:22 WIB

Respons BoJ, Rupiah Lunglai

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 22 Januari 2013 | 16:30 WIB
Respons BoJ, Rupiah Lunglai
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (22/1/2013) ditutup melemah 45 poin (0,46%) ke angka 9.665/9.675 dari posisi kemarin 9.620/9.630.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh tekanan negatif dari respons pasar atas hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) tadi pagi. BoJ tadi pagi menaikkan target inflasi dari 1% menjadi 2%.

Pada saat yang sama, lanjut Firman, bank sentral juga mengumumkan program kebijakan pembelian obligasi dalam jumlah yang tidak terbatas. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.750 setelah mencapai level terkuat 9.635 dari posisi pembukaan 9.645 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kondisi ini, lanjut dia, telah diantisipasi pasar karena semuanya sesuai dengan ekspektasi. Padahal, seharusnya kebijakan itu membuat yen melemah dan mengangkat rupiah seiring potensi capital inflow yang masuk ke Indonesia. "Karena itu, aksi profit taking pun tak terhindarkan pasca pelemahan yen yang tajam dalam beberapa hari terakhir," ungkap dia.

Yen pun menguat terhadap hampir semua mata uang. Kondisi yen, turut membebani kinerja rupiah. "Apalagi, pasar juga kecewa, sebab ada yang berharap BoJ memangkas suku bunga lebih lanjut. Tapi, BoJ tidak melakukan itu karena memang suku bunganya sudah cukup rendah," timpal Firman.

Selain itu, pelemahan rupiah Selasa ini juga dipicu oleh aksi profit taking pascapenguatan rupiah secara drastis kemarin. "Pasar juga sedikit berhati-hati jelang rencana voting Parlemen Yunani terhadap kebijakan penghematan lebih lanjut nanti malam," ungkap dia.

Pasar juga cemas jelang pidato Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Rabu (23/1/2013). "Berdarkan draft yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan, Inggris mengeluarkan ancaman untuk keluar dari Uni Eropa jika Uni Eropa tidak mau mengakomodasi tuntutan Inggris. Pasar melihat, krisis Eropa akan semakin rumit jika Inggris keluar," tuturnya.

Alhasil, dolar AS masih kokoh terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS bergeming di level kuat 80 dari sebelumnya 80,03. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3295 dari posisi sebelumnya US$1,3312. Tapi, dolar AS sempat mencapai level terlemah US$1,3371 per euro," imbuh Firman.

Komentar

 
x