Senin, 20 Oktober 2014 | 16:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Yuan Dambakan Suntikan Likuiditas
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
pasarmodal - Rabu, 5 Desember 2012 | 02:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Beijing – Deutsche Bank AG berharap pasar off shore yuan bakal tetap tumbuh dengan cepat tahun depan, tetapi perlu suntikan likuditas lebih banyak dari pemerintah China agar yuan makin banyak digunakan secara global.

Dalam laporannya Senin (3/12) Deustsche Bank AG (DBAG) mengatakan pada 2013 akan ada banyak masalah terkait pasokan likuiditas yuan di pasar luar negeri melalui liberalisasi rekening permodalan. DBAG akan mengantisipasi kebijakan “yang menyenangkan” itu serta perkembangan pasar di masa depan.

DBAG meramal yuan akan terapresiasi terhadap dolar AS sekitar 2–3 persen tahun depan, dan perdagangan mata uang yuan lintas batas (Hong Kong dan Taiwan) bakal naik 30 persen sekitar US$634,9 miliar atau kira-kira 15 persen dari nilai total perdagangan global China.

Pasar offshore yuan terus terlihat stabil dan mantap dalam pertumbuhan 2012. Nilai perdagangan yuan dengan Hong Kong dan Taiwan diharapkan tumbuh 45 persen year-on year pada 2012.

“Para pengambil kebijakan akan bekonsentrasi pada suplai likuiditas offshore dengan meliberalisasi rekening permodalan,” ujar Linan Liu, ahli strategi nilai mata uang di Deutsche Bank Greater China (DBGC), seperti ditulis China Daily Selasa (4/12).

DBGC berharap volume perdagangan yuan di luar negeri meningkat dari US$2,5 miliar menjadi US$3 miliar, sedangkan total deposito offshore diramalkan akan mencapai 1,25 triliun yuan pada akhir 2013.

DBGC berharap ada pengumuman resmi pada 2013 mengenai naiknya minat investor institusional luar negeri terhadap yuan dari jatah sebesar 70 miliar menjadi 270 miliar yuan. Naiknya permintaan ini terkait kliring mata uang yuan di perbankan Taiwan, Singapura dan mungkin London. Apa lagi Taiwan akan membuka perdagangan yuan fixed-income dan bisnis yuan yang lainnya tak lama lagi.

“Tantangan terbesar bagi pasar yuan offshore tahun depan terletak pada stagnasi pertumbuhan likuiditas yuan di pasar luar negeri. Biaya finansial di Hong Kong kini semakin dekat dengan di China Daratan, menjadikan semakin sulit mempertahankan pool permodalan bagi bisnis yuan di luar negeri,” ujar Liu.

Liu mengatakan likuiditas offshore semula sangat bergantung pada penyelesaian pembayaran dalam yuan, namun karena investasi asing langsung dalam denominasi yuan di China daratan meningkat sementara pertumbuhan perdagangan melambat, maka pertumbuhan pool yuan offshore juga bakal mengalami perlambatan. Masuknya modal ke Hong Kong juga bisa membantu menurunkan biaya financing dalam pasar offshore, menurut Liu.

Lepas dari pasar likuiditas, pertumbuhan ekonomi China, apresiasi terhadap yuan dan reformasi pasar akan memiliki dampak pada pasar offshore tahun depan, dan mungkin bisa menyebabkan perlambatan pertumbuhan bisnis yuan sampai 20 persern. Ini skenario paling buruk, tambah Liu.

Tanpa liberalisasi rekening permodalan, internasionalisasi yuan hanya dapat terealisasi sebesar 10 persen dari potensi penuhnya, tambah Liu. Tanpa liberalisasi rekening permodalan, maka perkembangan pasar offshore yuan menjadi stagnan. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.